Rencana Pendaratan Pesawat Jenis Airbus A320-200 di Gunungsitoli

  • 16 Mar 2026 12:55 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas transportasi udara di wilayah Kepulauan Nias, perwakilan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli guna membahas rencana pendaratan pesawat jenis Airbus A320-200 di Bandar Udara Binaka.

Seperti disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Binaka Gunungsitoli Zulkifli Suhanda, dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah aspek teknis serta dukungan yang diperlukan guna mendukung kesiapan Bandara Binaka dalam melayani pesawat berbadan lebih besar. Hal ini meliputi kesiapan fasilitas bandara, standar operasional penerbangan, serta koordinasi lintas instansi terkait.

“Untuk Pemerintah Kota Gunungsitoli dan kabupaten lainnya di Kepulauan Nias, usaha yang telah kami lakukan sedari awal adalah kami sudah silaturrahmi kepada CEO Lion Group untuk mencoba menawarkan kepada Lion Group dalam hal ini adalah Super Air Jet bisa mendarat di Bandara Udara Binaka Gunungsitoli. Karena memang sesuai permintaan dari Wali Kota Gunungsitoli dan 4 Bupati se Kepulauan Nias ingin pesawat besar berbadan lebar jenis Airbus A320 masuk di wilayah Gunungsitoli." ujar Zulkifli, Senin 16 Maret 2026

" Hal ini juga untuk menekan harga tiket pesawat yang selama ini memang cukup mahal oleh masyarakat dari Gunungsitoli ke Kualanamu. Jadi dengan adanya rencana masuknya pesawat berbadan lebar itu bisa menekan atau meminimalisir harga tiket pesawat sehingga masyarakat di Kepulauan Nias bisa berangkat ke Medan Kualanamu lewat transportasi udara,” ucapnya melanjutkan.

Namun hal tersebut masih belum terealisasi dengan pertimbangan permintaan yang ditawarkan oleh pihak Lion Group.

“Hanya masih belum final, dan kami terus mencoba dengan berbagai opsi ya karena memang pihak Lion Group ini khususnya Super Air Jet ini meminta deposit sebesar 3 milyar rupiah setahun. Jadi 3 milyar rupiah setahun itu rinciannya adalah 1 kali berangkat sebanyak 140 penumpang. Jadi pulang-pergi Jakarta-Gunungsitoli dan Gunungsitoli-Jakarta itu 280 penumpang. Jadi tidak full 380 dari kapasitas sebenarnya Super Jet tapi mereka hanya minta 280 penumpang saja, kalau itu terpenuhi maka uang yang 3 milyar tidak akan terambil/ terkikis,” kata Zulkifli.

Namun demikian, dari sisi kesiapan fasilitas bandara, standar operasional penerbangan, serta koordinasi lintas instansi terkait, ujar Zulkifli, Bandara Binaka Gunungsitoli sudah memenuhi syarat. “Fasilitas sarana dan prasarana, termasuk dengan landas pacu atau runway sepanjang 2.250 meter kali 45 meter tersebut sudah memenuhi syarat untuk pesawat jenis Airbus A320 landing di Bandara Binaka Gunungsitoli. Selain itu, dari sisi SOP atau pelayanan kenavigasian juga sudah mendukung karena ada alat kenavigasian yang sudah terpasang di Bandar Udara Binaka Gunungsitoli. Demikian juga untuk pelayanan informasi cuaca serta metereologi juga sudah mendukung dimana setiap saat dan real time, diinformasikan oleh pihak metereologi kepada pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....