KRI Bung Karno-369 Kapal Perang Buatan Anak Negeri

  • 11 Mar 2026 18:24 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – KRI Bung Karno-369 akhirnya sandar di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Pagi Rabu 11 Maret 2026.

Komandan KRI Bung Karno-369 Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla. berkesempatan berdialog dengan rri.co.id di atas geladak Meriam 20 dan mengemukakan sejarah KRI Bung Karno-369 .

Diungkapkannya, KRI Bung Karno merupakan kapal kepresidenan pertama yang dimiliki Indonesia. Kapal ini disiapkan khusus untuk mendukung kegiatan kenegaraan Presiden RI di laut. Kapal ini dibangun oleh PT Karimun Anugrah Sejati, galangan kapal nasional di Batam. Hal ini menunjukkan kemampuan industri maritim Indonesia dalam membuat kapal militer berteknologi tinggi.

Dikemukakannya, walaupun merupakan kapal perang tipe korvet, kapal ini juga dilengkapi fasilitas VIP dan ruang protokoler untuk kegiatan resmi presiden dan tamu negara. Kapal ini dinamai Bung Karno, merujuk pada Sukarno, Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus proklamator kemerdekaan.

“Di saat ada kegiatan-kegiatan khusus Presiden maupun wakil presiden yang membutuhkan pergerakan (on boat) melalui laut maka kapal inilah yang akan membawa presiden, seperti tempo hari Wakil Presiden Gibran naik ke kapal ini saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka,” katanya.

Kapal dengan panjang 73 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 5 meter. Kapal berbobot 650 ton ini memiliki kecepatan jelajah 22 knot, kecepatan maksimal 24 knot, serta dipersenjatai meriam Leonardo 40 mm. Kapal ini jelasnya baru pertama kali sandar di Pulau Nias karena bertepatan KRI ini sedang melakukan patroli rutin dan ditugaskan untuk menjaga keamanan dan sekaligus menjamin kedaulatan negara di perairan Indonesia.

“Jadi kapal ini sering berpatrolinya di perairan Indonesia wilayah Barat namun demikian kita kalau ada event-event tertentu, kita juga sudah sempat sampai di Makassar dan di luar negeri pada saat kita ada latihan bersama atau pameran bersama angkatan laut luar negri, kita pernah ke Singapura, Malaysia dan India,” ucapnya.

Dalam status operasi, perwira dan ABK KRI Bung Karno melakukan pelayaran patroli rutin namun jika tidak sedang berkegiatan kapal ini berada di pangkalan di daerah Tanjung Priok untuk melakukan pemantapan kondisi teknis, perbaikan yang diperlukan dan istrahat.

Kru KRI ini sebutnya terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama dengan jumlah keseluruhan 50 orang. KRI ini menggantikan KRI Barakuda yang sudah beroperasi sejak zaman Presiden Soeharto sebagai kapal protokoler kepresidenan.

Page break

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....