Aplikasi SRIKANDI, Upaya Pengelolaan Arsip dan Administrasi Pemerintahan
- 09 Mar 2026 16:05 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Seluruh Perangkat Daerah dihimbau agar segera mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan segera menunjuk Admin SRIKANDI sebagai penanggung jawab pengelolaan dan pengoperasian aplikasi tersebut, agar proses pengelolaan arsip dan administrasi pemerintahan dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan terintegrasi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Gunungsitoli, Deslawati Zega, S.H., M.Si., saat bertindak sebagai Pembina Upacara pada Senin 9 Maret 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Gunungsitoli.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, para Staf Ahli, para Asisten, pimpinan Perangkat Daerah, serta seluruh ASN, CPNS, dan tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Gunungsitoli yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2026–2027 di Jalan Kartini II.
“Pada awal April mendatang, Pemerintah Kota Gunungsitoli akan menggelar Forum Konsultasi Publik sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik. Saat ini Pemko Gunungsitoli juga tengah menyusun kajian urgensi pembangunan MPP, sebelum selanjutnya mengajukan permohonan persetujuan tertulis kepada Menteri PANRB,” ujar Deslawati Zega.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam meningkatkan disiplin, kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Gunungsitoli.
Ia juga mengimbau seluruh ASN dan masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat beredarnya informasi yang tidak valid. “Berdasarkan informasi dari PT Pertamina, ketersediaan stok BBM saat ini masih dalam kondisi normal sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan maupun penimbunan,” ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....