Program Kreasi Nias Utara pada Tahun Kedua Akan Menyasar Lebih Banyak Sekolah

  • 07 Mar 2026 18:33 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Program Kreasi Nias Utara masih akan berlanjut dengan penambahan sekolah dampingan, demikian disampaikan Santoso, Direktur Article 33 Indonesia yang menaungi Program Kreasi Nias Utara saat diwawancara rri.co.id di sela-sela Festival Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal Nias Utara, yang berlangsung di Lapangan Tribun Nias Utara, Jum’at 6 Maret 2026.

Dikemukakannya untuk tahun kedua Program Kreasi Nias Utara sekolah-sekolah yang akan didampingi bertambah menjadi 36 sekolah dengan ruang lingkup yang lebih luas.

“Kalau tahun pertama yakni 2025 hanya 28 sekolah yang menjadi sasaran kami, maka tahun kedua ini bertambah menjadi 36 sekolah, dan ruang lingkupnya lebih banyak, kalau tahun pertama 3 kecamatan maka tahun ini menjadi 6 kecamatan,” ucapnya.

Lebih jauh disampaikannya untuk tahun kedua 2026 ini, sebagian besar Program Kreasi melanjutkan kegiatan seperti pada tahun pertama yakni fokus kepada peningkatan kualitas guru, peningkatan kapasitas Kepala Sekolah, Perlindungan Anak serta membantu siswa-siswa yang tertinggal.

“Yang berbeda mungkin adalah pendekatannya, jadi kalau tahun pertama masih berfokus pada kompetensi guru jadi berbentuk berbagai macam pelatihan, nah sekarang di tahun kedua ini akan diubah menjadi mentoring, jadi mendampingi guru-guru sekolah di sekolah, artinya kalau di tahun pertama menyiapkan sebenarnya kapasitas gurunya kalau di tahun kedua itu akan fokus memastikan bahwa peningkatan kualitas guru ini berdampak kepada siswa-siswa dan pembelajaran di dalam kelas,” kata Santoso.

Menurutnya harapan pemerintah daerah dan para tokoh pendidikan di Nias Utara itu sebenarnya sejalan dengan harapan pihaknya, utamanya memastikan ekosistem pendidikan di Nias Utara bisa berkembang dan maju secara bertahap. Harapannya dengan kapasitas yang terbangun, kualitas yang semakin meningkat, maka kualitas peserta didik juga meningkat.

“Kalau dari kami program-program seterusnya perlu didukung, kemarin tentu saja sudah didukung juga, namun kedepan harapannya dukungannya lebih besar sehingga inginnya kami itu program Kreasi ini bukan program dari kami melainkan program bersama bahwa target dan harapan itu juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Nias Utara,” katanya.

Ia pun mengaku sangat senang dengan Festival Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal Nias Utara selama 2 hari di Nias Utara (5-6 Maret 2026) atas respon yang positif dari berbagai pihak.

“Saya secara pribadi dan lembaga sangat senang sekali melihat kegiatan dalam 2 hari ini, karena pertama karena antusiasme sekolah dan masyarakat sangat tinggi dalam acara ini dan yang kedua festival ini sepertinya memberi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi baik dalam bentuk tari, nyanyi dan dalam bentuk karya yang dipamerkan di booth-booth mereka, acara menjadi semacam hari raya anak-anak, ini menjadi ruang ekspresi bagi mereka,” ucap Santoso.

Page break

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....