Festival Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal Nias Utara Hari-I
- 05 Mar 2026 17:16 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Wajah ceria para guru dan guru terpancar saat Bupati Nias Utara meninjau stand-stand sekolah pada Festival Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal Nias Utara yang diselenggarakan Program Kreasi Article 33 Indonesia di Lapangan Tribun Nias Utara, Kamis 5 Maret 2026.
Festival ini berlangsung selama 2 hari tanggal 5 dan 6 Februari menandai 1 tahun Program Kreasi Nias Utara telah berlangsung. Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Nias Utara menghadiri pembukaan festival ini termasuk Ketua DPRD Kabupaten Nias Utara.
Bupati Amizaro Waruwu dan jajarannya melakukan peninjauan di setiap stand, berbicara dengan para murid dan guru serta menyempatkan foto bersama.
Salah seorang anak bernama Alfin Yanus Gea dari SD Negeri 071138 Lahewa terlihat sangat senang mengikuti kegiatan festival ini. Ia dan teman-temannya sudah menyiapkan berbagai karya yang dipamerkan pada festival ini sejak beberapa waktu yang lalu. Ia berharap festival ini bisa diadakan setiap tahunnya.
“Tadi kami menunjukkan karya kami sama bapak Bupati ada kolase, gambar-gambaran dan foto-foto. Kami senang sekali ada festival ini,” ucapnya.

Sementara itu Femi Kurnia Kasih Gea salah seorang SDN 075084 Sitolubanua mengatakan sejak didampingi oleh Program Kreasi, Literasi dan Numerasi disekolahnya semakin meningkat. Ia berharap lebih banyak lagi sekolah yang mendapat pendampingan dari Program Kreasi.
“Berdasarkan yang kami rasakan selama ini, adanya program Kreasi khususnya untuk sekolah-sekolah yang tertinggal dalam hal literasi dan numerasi, telah ada perkembangan kepada siswa siswi kami dalam hal literasi, mereka bisa mengejar ketertinggalan dalam literasi atau dalam hal membaca. Dulunya hanya bisa membaca tetapi tidak dipahami sekarang sudah bisa dipahami apa yang mereka baca,” kata Femi.

Santoso sebagai Direktur Article 33 Indonesia kepada rri.co.id mengatakan sangat senang dengan Festival yang mereka selenggarakan ini karena mendapat respon yang baik dari pihak sekolah dimana setiap sekolah menampilkan kreativitas yang didorong melalui intevensi yang sudah mereka lakukan selama ini.
“Kalau mengutip Pak Bupati tadi, ini meningkatkan standar penyelenggara festival di Nias Utara. Jadi secara umum ini sesuai ekspektasi yah, bisa dilihat dari kreatifitas sekolah-sekolah. Saya juga surprise melihat karya-karya mereka, tadi ada yang membuat baju dari plastik bekas, inikan satu kreatifitas yang memang didorong dari pembelajaran yang kita intevensi. Dan ada banyak lagi produk-produk dari sekolah yang mencerminkan intervensi yang kita lakukan ada dampaknya sampai ketingkat siswa,” katanya.
Festival Pendidikan Inklusi Berbasis Budaya Lokal Nias Utara masih akan berlanjut hari ini dimana akan hadir Tokoh Pemerhati Anak Kak Seto yang akan berdialog dengan anak-anak serta pelaksanaan dialog interaktif dan edukatif dengan topik Cerita dari Ruang Kelas serta Budaya Sekolah dan Suara Perubahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....