Angka IPM Kota Gunungsitoli Terus Mengalami Peningkatan, 2025 Menjadi 73,29
- 26 Feb 2026 16:15 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Gunungsitoli terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, walaupun pertumbuhannya sedikit mengalami fluktuasi.
Kepala Badan Pusat Stastik (BPS) Kota Gunungsitoli Elijoi Naibaho dalam Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kota Gunungsitoli, Volume 7, 2025, yang dirilis tanggal 30 Desember 2025 menjelaskan pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar yaitu, dimensi kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Indikator yang merepresentasikan ketiga dimensi ini terangkum dalam satu nilai tunggal, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dikemukakannya IPM Kota Gunungsitoli mengalami peningkatan dari tahun 2024 sebesar 72,30 menjadi 73,29 pada tahun 2025. Pertumbuhan IPM pada tahun 2025 mengalami percepatan sebesar 1,37 persen, sedangkan pada tahun 2024 tumbuh sebesar 1,05 persen. Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan IPM Kota Gunungsitoli tertinggi pada tahun 2024 sebesar 1,37 persen, sementara yang terendah pada tahun 2021 sebesar 0,41 persen. Peningkatan pembangunan manusia terus terjadi setiap tahun.

Disebutkannya, seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara menunjukkan kenaikan IPM selama periode 2020 hingga 2024. Beberapa wilayah mencatat perkembangan yang signifikan. Setidaknya, empat kabupaten/kota mencatat perkembangan paling cepat selama pada periode 2024-2025. Kabupaten/kota dengan pembangunan manusia tercepat yaitu Nias Barat, Nias Utara, Gunungsitoli, Nias Selatan sedangkan Asahan dan Padang Lawas Utara memiliki pertumbuhan yang sama.
Pada tahun 2025, IPM tertinggi di Kepulauan Nias adalah Kota Gunungsitoli dengan angka 73,29 dan yang paling rendah adalah Kabupaten Nias Barat yaitu sebesar 66,65 persen. Kota Gunungsitoli juga sebagai wilayah satu-satunya dengan status pembangunan “Tinggi” sementara yang lain masih berstatus “Sedang”. Kesenjangan pembangunan antar wilayah di Kepulauan Nias menjadi isu penting yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal pencapaian pembangunan manusia antar kabupaten/kota di wilayah ini.

Kesenjangan pencapaian pembangunan antar daerah bukan merupakan masalah baru bagi Indonesia khususnya Kepulauan Nias Sumatera Utara. Kompleksitas berbagai faktor seperti sumber daya manusia, letak geografis, sejarah, dan ketidakmerataan sumber daya alam merupakan hal yang masih menjadi kendala dalam menuju konvergensi pembangunan. Oleh sebab itu, pemerataan pembangunan masih menjadi agenda pokok pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara.
Kesenjangan pembangunan antar wilayah dalam jangka panjang bisa memberikan dampak pada kehidupan sosial masyarakat yang secara langsung juga mempengaruhi kualitas manusianya. Oleh sebab itu, perbandingan pencapaian pembangunan manusia antar wilayah menjadi sangat penting sebagai dasar evaluasi pemerintah dalam perumusan kebijakan yang selanjutnya digunakan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....