Pemko Gunungsitoli Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Selama Ramadhan

  • 24 Feb 2026 16:11 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pemerintah kota Gunungsitoli melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Ketenagakerjaan jalankan strategi pengendalian inflasi di bulan Ramadhan 1447 H/2026 M serta beberapa rencana aksi khususnya didalam pengendalian harga kebutuhan pokok menyambut Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Seperti diungkapkan Kabid Perdagangan Kota Gunungsitoli Karnius Zalukhu, Pemko memperkuat kolaborasi dengan mitra seperti Bulog guna menjaga keterjangkauan harga pangan. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan yakni Operasi Pasar di bulan Ramadhan.

“Beberapa hal yang secara visual bisa kita lihat dalam beberapa hari terakhir dimana kita sudah menggelar Operasi Pasar pada 18-20 Februari 2026. Selanjutnya, dari pantauan harga Bapok pada hari ini dan secara umum di bulan Februari juga dalam keadaan relative normal bahkan ada penurunan, misalnya penurunan harga cabe. Jika selama ini ada yang mencapai Rp.80.000 – Rp.90.000 sekarang berada dibawah harga Rp.50.000,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Pada Senin 23 Februari 2026, Dinas Perdagangan kota Gunungsitoli telah kembali melaksanakan Operasi Pasar. Adapun komoditi yang dijual seperti cabe dengan harga 30 ribu/kg. Pihak Dinas Perdagangan kota Gunungsitoli juga sudah menjalin kerjasama dengan mitra Bulog untuk penyediaan komoditi minyak goreng karena tahun ini Bulog akan mendistribusikan MinyaKita.

“Kita juga telah menyampaikan ke beberapa mitra strategis khususnya di sumber informasi harga dari Pasar Beringin, bahwa Bulog akan mendistribusikan komoditi minyak goreng berlabel MinyaKita, karena sebelumnya harga minyak itu berkisar 20-21 ribu rupiah. Dengan adanya terobosan baru ini sekarang harga MinyaKita 15.500-15.700 per liter,” ujarnya.

Ia mengatakan, komoditas lain yang turut menyumbang inflasi selama bulan Ramadhan termasuk cabe, telur, beras dan bawang merah. Jenis-jenis komoditas ini mempunyai andil yang sangat besar didalam peningkatan inflasi. Pihaknya juga bersyukur kerjasama yang baik dari para distributor yang menjalin mitra selama ini telah menjaga pasokan tetap tersebia sehingga harga pasar terjaga dan komoditi tidak mengalami kenaikan.

“Kita juga lagi memantau ketersediaan dan harga daging ayam, biasanya juga komoditas tersebut turut menyumbang inflasi namun sampai sekarang belum ada kenaikan harga yang sangat signifikan. Kita terus memantau khususnya para pemasok berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Untuk kelancaran distribusi, sampai sekarang kita sangat bersyukur sekali dimana distribusi barang khususnya dari daratan Sumatera Utara melalui Pelabuhan Sibolga berjalan lancar. Kita berdoa jangan ada lagi hambatan karena pernah juga1-2 hari kemarin saat terjadi banjir bandang si daerah Tapteng mulai trhambat, untuk itu kita berharap bencana alam bisa teratasi sehingga jalur distribusi kita berjalan dengan lancar,” kata karnius.

Untuk diketahui bahwa tingkat distribusi di kota Gunungsitoli sangat tinggi oleh karena juga banyaknya permintaan dari masyarakat dari Kabupaten lain. Dengan demikian, monitoring di lapangan akan terus dilakukan dengan melihat beberapa bahan kebutuhan pokok yang memiliki andil kenaikan harga sehingga dapat diantisipasi lebih awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....