Pastikan Siklus Berkat Kerajaan Allah Mengalir Dihidupmu

  • 22 Feb 2026 11:13 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Siklus adalah pola yang berulang. Siklus berkat kerajaan Allah adalah pola ilahi yang jika dilakukan dengan setia, maka siklus berkatnya akan terus berjalan tiada henti.

Hal ini disampaikan Pastor Lucky Deri Putra Harefa mengawali khotbahnya pada Ibadah Raya I Gereja Keluarga Allah Nias, Minggu 22 Februari 2026.

Menurutnya ada 3 hal yang menentukan apakah siklus itu akan berulang dalam kehidupan seorang Kristen atau tidak. Yang pertama adalah kesetiaan. Kesetiaan adalah keberanian menabur bukan hanya sekali tetapi konsisten.

Siklus berkat kerajaan Allah tidak bergerak di atas momen tetapi di atas ritme.

"Tuhan tidak sekedar bertanya berapa banyak engkau menabur tetapi berapa konsisten engkau tetap menabur," katanya.

Ditegaskannya taburan sekali menghasilkan panen sekali. Tabungan konsisten menghasilkan panen konsisten. Inilah hukum rohani, Hukum Tabur Tuai. Panen bukan hanya tentang menabur benih, tetapi tentang ketahanan hati diantara taburan dan tuaian.

Kesetiaan bukan menabur saat aman tetapi menabur saat orang lain berhenti. Tuhan menguji bukan hanya besar kecilnya benih tetapi stamina kesetiaan.

"Banyak orang yang menabur tetapi sedikit yang tahan menunggu. Masa menunggu itu adalah masa yang paling berat, sehingga banyak orang kemudian memilih meninggalkan taburannya," ucap Ps. Lucky.

Ia mengimbau jemaat jangan bosan menunggu, percaya bahwa semua ada prosesnya, Allah akan menyertai, ia melihat kapasitas iman kita.

Inilah rahasia siklus yakni benih adalah tindakan iman, kesetiaan adalah durasi iman dan kesabaran adalah postur iman.

Selanjutnya hal yang menentukan siklus akan berulang atau tidak yakni Pengelolaan. Siklus berkatnya terputus gara-gara tidak paham pengelolaan. Pengelolaan menentukan multiplikasi. Setiap apa yang kita doakan, tanyakan pada pribadi kita apakah kita sanggup mengelola berkat yang kita minta kepada Tuhan, jangan sampai berkat menjadi beban karena kita tidak mampu mengelolanya. Siklus berkat seringkali tidak berlanjut karena pemborosan.

Pada ibadah Raya di Gereja Keluarga Allah Nias pada hari ini semarak dengan nuansa Imlek. Dress Code pelayan berwarna merah dan beberapa lampion merah tergantung di atas altar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....