Sentra Penggilingan Padi Siasati Ketergantungan pada Cuaca

  • 04 Feb 2026 15:38 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Sebagai upaya Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah, salahsatunya dilakukan dengan peningkatan serapan gabah dan pembangunan infrastruktur guna mewujudkan kedaulatan pangan. Sebagai perusahaan BUMN pangan, Perum Bulog senantiasa menjalankan peran utama dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas harga.

Muhammad Choiruddin Kepala Bulog KC Nias menyampaikan, Bulog terus menjalankan berbagai program strategis, termasuk pembangunan gudang yang efisien.

“Bagaimana Kepulauan Nias bisa berdaulat pangan sendiri, artinya masyarakat bertani tapi harus ada kepastian penjualan hasilnya kemana. Berdasarkan itulah Bulog berencana membangun tambahan gudang dan ada sentra penggilingan padi serta corn dryer atau mesin pengering jagung karena Kepulauan Nias memiliki potensi yang besar sebagai penghasil jagung,” ujar Choiruddin, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menambahkan, penyerapan gabah juga terus dilakukan sepanjang sesuai Harga Pembelian Pemerintah/ HPP yang telah ditetapkan. “Jika harga jual dibawah HPP maka Bulog wajib beli dari petani, jadi misalnya harga gabah itu dibawah Rp.6.500 Bulog waji beli. Sama seperti harga jagung, jika harganya dibawah Rp.5.500 maka Bulog wajib beli. Makanya kita ada stok jagung di gudang,” ujarnya.

Pembelian gabah dari petani terus berlanjut, hanya saja pihak Bulog terkendala pada infrastruktur pasca panen seperti sentra penggilingan padi yang tidak ada. “Kalau kita hanya mengandalkan energy sinar matahari, kita lihat bahwa curah hujan termasuk cukup tinggi di Kepulauan Nias ini jadi tidak dimungkinkan karena pasti akan mengakibatkan kualitas gabah menjadi rusak. Oleh karena itu kita perlu penambahan gudang baru melalui pembangunan yang kita mulai pada tahun ini,” tutup Choir.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....