Bulog KC Nias Rencanakan Pembangunan Gudang Beras Baru 

  • 04 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Perum Bulog Kantor Cabang Nias merencanakan pembangunan 2 unit gudang beras baru yang akan dimulai tahun 2026. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur pasca panen, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan. Kepala Bulog KC Nias Muhammad Choiruddin menyampaikan, gudang ini akan dibangun di dua daerah sentra produksi padi yakni Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli dan akan dilengkapi dengan sentra penggilingan padi dan mesin pengering jagung / corn dryer.

“Ketika ingin membangun gudang, kita mengharapkan tanah hibah dari Pemerintah. Saat ini yang sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan gudang beras Bulog, pertama, Kabupaten Nias Selatan, disana nanti kita akan bangun gudang dengan kapasitas 2.000 ton. Yang kedua, kita juga akan bangun gudang di Nias Utara tepatnya di Tetehosi Afia diatas luasan kawasan 3-5 Ha. Rencana kita sesuai pengajuan, kita akan bangun gudang berkapasitas 1.000 ton beserta sentra penggilingan padi dan mesin pengering jagung / corn dryer,” ujar Muhammad Choiruddin, Rabu 4 Februari 2026.

Terkait kapasitas gudang, ujar Choiruddin, hal ini disesuaikan dengan potensi daerah. Kebijakan ini juga menjadi solusi atas terbatasnya kapasitas penyimpanan yang selama ini menjadi kendala penyerapan hasil panen.

“Saya juga melihat potensi jagung cukup tinggi di Kepulauan Nias, jadi harusnya, Kepulauan Nias ini ketika sudah memiliki infrastruktur tersebut maka kita bisa berdaulat pangan untuk Kepulauan Nias sehingga harga bisa sesuai HET harga komoditi pangan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan gudang beras dimaksud juga telah mempertimbangkan akses ke pelabuhan terutama untuk efisiensi distribusi dan keamanan stok cadangan. Penempatan gudang yang memenuhi syarat jarak dan waktu mempermudah proses bongkar muat maupun distribusi antar pulau.

“Kalau di kabupaten Nias Utara dan Nias Barat, kita memikirkan akses pelabuhan untuk proses bongkar muat barang. Kebetulan yang memungkinkan kondisi tersebut hanya Kabupaten Nias Selatan dan kota Gunungsitoli. Pembangunannya dimulai di tahun 2026 ini dengan proses administrasi yang harus diselesaikan termasuk penghibahan tanah atas nama Bulog bahkan akan turut disaksikan oleh Tim dari Kantor Pusat untuk meninjau kelayakan lokasi dimaksud, termasuk perhitungan akses jarak dengan pelabuhan,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....