Fluktuasi Harga Sembako Januari Hingga Awal Februari 2026

  • 03 Feb 2026 12:00 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Harga kebutuhan pokok di kota Gunungsitoli pada minggu ke empat bulan Januari 2026 mengalami perubahan, bila dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok pada minggu lalu. Perubahan tersebut terjadi pada beberapa komoditas seperti bawang putih, cabe merah dan kentang.

Direlease dari Info Perkembangan Harga Pasar Minggu Keempat Bulan Januari 2026 Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaна Kecil Menengah Dan Ketenagakerjaan kota Gunungsitoli, Bawang Putih pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 36.333.-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 38.000,-/Kg atau mengalami kenaikan harga sebesar 4,59%. Kenaikan harga disebabkan berkurangnya stok Bawang Putih. Cabe Merah Keriting pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 25.000,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 26.667,-/Kg atau mengalami kenaikan harga sebesar 6,67%. Kenaikan harga disebabkan berkurangnya stok Cabe Merah Keriting. Dan Kentang pada minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 11.000,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 13.000,-/Kg atau mengalami Kenaikan harga sebesar 18,18%. Kenaikan harga disebabkan berkurangnya stok Kentang.

“Sampai pada minggu keempat bulan Januari 2026 pada umumnya kondisi harga sembako di kota Gunungsitoli cukup standar atau normal hanya ada beberapa item memang yang memiliki kenaikan bahkan juga penurunan dan tidak signifikan sekali. Dari pantauan kita di minggu keempat ini salah satu yang ada kenaikan yakni bawang putih dari Rp.36.000 – Rp.38.000. Kenaikan harga cabe merah keriting juga terjadi pada cabe merah keriting dari Rp.25.000 – Rp.26.000, sementara cabe rawit yang kita liat memiliki andil didalam kenaikan harga, pada minggu keempat ini mengalami penurunan sekitar 23 persen dari Rp.59.000 – Rp.25.000. Dan pada umumnya semua harga dari keadaan normal,” ujar Kabid Perdagangan Karnius Zalukhu, Selasa 3 Februari 2026.

Dari sisi penyebab fluktuasi harga, ujar Karnius, kenaikan ini masih bersifat normative hanya saja komoditas yang mengalami kenaikan harga dikarenakan stok. “Kita tahu bahwa seperti bawang putih dan hampir 90 persen cabe merah juga berasal dari luar Kepulauan Nias. Kita tahu bahwa kenaikan itu biasanya disebabkan oleh factor ketersediaan stok di tingkat pedagang. Biasanya kalau banyak permintaan stok agak berkurang maka hal itu akan mengindikasikan kenaikan harga,” ucap Karnius.

Untuk harga komoditas yang turun seperti Minyak Goreng Curah Kuning pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 20.333,/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 18.000,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -11,48%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Minyak Goreng Curah Kuning. Cabe Rawit Hijau pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 59.000,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 45.000,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -23,73%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Cabe Rawit Hijau.

Bawang Merah Lokal pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 39.333,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 35.000,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -11,02%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Bawang Merah Lokal. Bawang Bombay pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 36.667,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 33.333,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -9,09%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Bawang Bombay.

Kacang Tanah, pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 37.500,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 35.000,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -6,67%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Kacang Tanah. Kacang Hijau pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 31.500,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 34.000,-/Kg atau mengalami kenaikan harga sebesar 7,94%. Kenaikan harga disebabkan berkurangnya stok Kacang Hijau. Dan Ikan Teri pada Minggu Ketiga Bulan Januari Rp. 100.000,-/Kg pada Minggu Keempat Bulan Januari Rp. 90.000,-/Kg atau mengalami penurunan harga sebesar -10,00%. Penurunan harga disebabkan tercukupinya stok Ikan Teri.

“Kita selalu menghimbau kepada masyarakat kota Gunungsitoli agar lebih bijak dalam belanja bahan konsumsi. Kita juga menghimbau kepada pedagang dan distributor hingga pengecer supaya tidak serta menaikan harga barang khususnya barang kebutuhan import, karena itu nanti akan memicu peningkatan harga,” tutup Karnius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....