Nelayan Menjadi Mata Telinga Aparat Penegak Hukum

  • 26 Jan 2026 17:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Masyarakat khususnya nelayan diharapkan mampu menjadi mata dan telinga bagi aparat hukum untuk menginformasikan jika mengetahui ada aktivitas ilegal yang terjadi di wilayah kepulauan Nias.

Hal ini disampaikan Kapten T.P.Marbun, Dan Unit Lanal Nias menanggapi harapan masyarakat dalam hal pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus yang kerap digunakan pemasok untuk mendatangkan ternak tanpa dokumen ke kepulauan Nias.

Dikatakannya garis pantai kepulauan Nias cukup luas dan mereka memiliki keterbatasan untuk itu masyarakat diharapkan membantu dengan menjadi informan yang melaporkan jika terjadi aktivitas mencurigakan.

“Untuk pengawasan pelabuhan-pelabuhan tikus, ini tidak mudah, kami butuh kerjasama yang baik, terutama masyarakat nelayan yang sehari-hari keluar masuknya memang disitu. Kita butuh sinergi dengan masyarakat nelayan atau memberikan pemahaman pada mereka bahwa mereka adalah mata dan telinga semua pihak terkhususnya aparat penegak hukum,” ucapnya, Senin 26 Januari 2026.

Hal ini diamini oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli, Darmawan Zagoto. Penemuan kapal yang membawa ratusan ternak babi tanpa dokumen pada pertengahan Januari yang lalu menurutnya bukanlah pertama kalinya. Artinya hal ini masih mungkin terjadi jika tidak ada pengawasan dari pemerintah melalui stake holder terkait.

Informasi dari masyarakat akan sangat membantu untuk memutus aktifitas ilegal tersebut.

“Jadi saya berharap nelayan lebih awas mata dan telinganya. Saya kemarin dapat informasi kapal yang membawa ternak babi itu akan disita kepada negara. Harapan kami jangan main-mainlah dengan aturan. Seluruh penegak hukum berkomitmen kejadian pemasukan ternak babi tanpa dokumen itu jangan sampai terulang,” kata Darmawan.

Ia juga sepakat perlu Satgas Gabungan untuk memberantas pemasukan ternak dari luar melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang beberapa ditemukan di wilayah kabupaten Nias dan Nias Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....