Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Hidup Ekonomi Lemah Termajinalkan
- 19 Okt 2025 18:20 WIB
- Gunung Sitoli
KBRN, Gunungsitoli: Program Pendidikan Pemberdayaan Perempuan pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui pendidikan serta pelatihan keterampilan yang relevan guna memperluas peluang ekonomi, memperkuat peran aktif dalam kehidupan sosial masyarakat, dan mendorong peningkatan kesejahteraan diri, keluarga, serta komunitas.
Hal itu disampaikan Kepala PKBM ZIONA, Rido Favorit Saronitehe Waruwu pada acara penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) penyelenggaraan program pendidikan pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan di Atria Hotel Gading Serpong Tangerang – Banten.
Disampaikannya, Pendidikan Pemberdayaan Perempuan difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas dan kualitas hidup perempuan, khususnya kelompok perempuan termarginalkan.
“Berdasarkan Perdirjen No.40 Tahun 2025 atas Perubahan No. 26 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pendidikan Remaja dan Pemberdayaan Perempuan, Program tersebut dikemas dalam dua jenis yakni Desa Binaan SKB dan Peningkatan Kualitas Hidup (PKH) Perempuan. Untuk mendukung pelaksanaan kedua jenis program tersebut, pada tahun 2025 Direktorat PNFI Kemendikdasmen memberikan kesempatan kepada SKB dan PKBM untuk menyelenggarakan program Pendidikan Remaja dan Pemberdayaan Perempuan,” ujar Rido, Minggu (19/10/2025).
Melihat potensi akan pentingnya program tersebut, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ZIONA mencoba mengakses program tersebut dengan mengajukan proposal Pendidikan Pemberdayaan Perempuan kepada Direktorat PNFI Kemendikdasmen RI, dengan tujuan untuk mewadahi perempuan ekonomi lemah dan termarjinalkan mendapatkan kesempatan memperoleh edukasi dan keterampilan hidup, sehingga secara umum program tersebut bertujuan untuk Meningkatkan kecakapan personal, sosial, dan vokasional peserta pendidikan pemberdayaan perempuan, Mengurangi potensi dampak risiko sosial kelompok perempuan termarginalkan dan Menjadikan perempuan sebagai penggerak potensi sumber daya alam berbasis keunggulan local.
“Program pendidikan pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan pada tahun 2025 ini nantinya akan diikuti sebanyak 30 orang warga kota Gunungsitoli dengan konsep kegiatan yang menarik. Para peserta nantinya akan dilatih untuk dapat memiliki kemampuan untuk mengelola hasil pertanian menjadi bahan makanan yang siap saji dan dipasarkan, dan dengan kemasan yang menarik. Kami berharap bahwa Program ini akan menjadi kabar baik bagi perempuan yang saat ini berstatus ekonomi lemah dan termarjinalkan di Kota Gunungsitoli, untuk dapat berdaya dan memiliki kecakapan hidup,” ujarnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....