Menabur Benih Dengan Iman, Maka Pintu Langit Terbuka

  • 16 Feb 2025 11:12 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Tanah Besi vs Tanah Subur menjadi tema khotbah kebaktian di GBI Keluarga Allah ( KA) Nias, Minggu (16/2/2025).

Pengkhotbah, Ev. Beby Jean Evatin Harefa mengatakan orang - orang yang mengandalkan Tuhan pasti tidak akan celaka, tetapi yang mengandalkan manusia, yang meninggalkan Tuhan karena pekerjaan, karier, maka akan mendapatkan kesia-siaan. Tanah yang tadinya subur bisa berubah menjadi tanah besi disebabkan oleh kutuk. Tanah besi melambangkan tanah yang keras, tanah yang tidak subur, sama seperti hati yang keras.

"Saya berdoa semua jemaat Tuhan ditempat ini hidup di tanah yang subur, dan semua kita terbebas dari kutuk keturunan," katanya.

Kita sudah bekerja keras, namun tidak ada hasil, yang tersisa adalah kelelahan, tidak ada damai sejahtera, tidak ada kebahagiaan, tidak ada hasil, ini bisa menyebabkan kepahitan. Ini yang dinamakan kutuk susah payah yakni ketika hidup penuh kepahitan.

Kutuk lainnya adalah kutuk kehidupan yang tidak layak artinya hidup dibawah standar. Kutuk seumur hidup artinya berjuang seumur hidup tapi tidak ada hasil, menderita terus, gagal terus.

Bagaimana mengubah tanah besi menjadi tanah subur, bagaimana mengubah kegagalan menjadi keberhasilan, kuncinya adalah Salib Kristus.

"Yesus datang membebaskan kita dari kutuk. Yesus menanggung kutuk tanah besi, Yesus menanggung kutuk kehidupan yang tidak layak. Yesus menanggung kutuk penderitaan seumur hidup," ucap Ev. Beby.

Ia mengajak jemaat untuk belajar mengaktifkan kuasa salib kristus. Perkatakan hal-hal profetik. Undang perlindungan Tuhan. Mulai taburi dan kerjakan tanah tersebut. Tuaian yang berkelimpahan dimulai ketika kita menabur. Benih profetik mempunyai kuasa untuk mengubah hidup. Jangan pernah remehkan benih yang ada ditangan.

"Benih adalah bahasa iman. Benih adalah perjanjian kita dengan Tuhan. Pada masa sulit adalah ladang yang baik untuk menabur. Ketika benih ditabur dengan iman, maka itu akan membuka pintu langit, jangan menahan benih karena takut," tegasnya.

Kebaktian di GBI KA Nias bernuansa hari Valentine dimana jemaat menerima coklat valentine yang dibagi-bagikan usai khotbah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....