Sekjen PP Muhammadiyah: Jangan Tinggalkan Generasi yang Dhaif

  • 28 Jan 2025 19:43 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi otonom di bidang kepemudaan Muhammadiyah harus terus berjuang dan berkiprah sesuai cita-cita Muhammadiyah.

"Itulah sebabnya maka kita dilarang dalam meninggalkan generasi yang lemah/ dhaif dalam hal ekonomi. Pemuda Muhammadiyah dalam masa sekarang ini harus berdaya dan mampu supaya bisa berbagi untuk kemaslahatan ummat," ujar Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Muhammadiyah Najih Prasetyo dalam acara Baitul Arqam Madya Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara di Gunungsitoli tahun 2025, Jum'at (24/1/2025).

Disampaikannya, dari sisi ekonomi, ketika semangat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi tertanam dalam setiap jiwa generasi muda, maka akan muncul pelopor-pelopor pemberdayaan yang mampu menjadi inspirasi di lingkungannya masing-masing, pemberdayaan adalah salah satu bentuk aktivitas dakwah dalam bidang ekonomi.

Najih juga menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah juga tidak boleh dhaif dalam segi intelektual apalagi dhaif dalam hal spiritualitas.

"Ilmu adalah kunci dari gerakan berkemajuan, maka dalam setiap pribadi pemuda muhammadiyah, haruslah ditanamkan sifat dan semangat untuk ber Ilmu yang tinggi. Bukan pemuda muhammadiyah jika puas dalam memiliki dan menguasai ilmu tertentu. Pemuda Muhammadiyah harus terus belajar dan belajar hingga akhir hayat. Maka ajakan untuk mengaji, mengkaji, membaca buku, menimba ilmu pada ustad/ pakarnya, membaca medsos, membaca situasi kondisi terkini hingga budaya literasi harus terus di tanamkan dan suarakan oleh semua kader dimanapun berada," tutup Najih.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....