Penyejuk Qolbu : agar Ramadhan Berakhir Husnul Khotimah

  • 12 Mar 2026 19:18 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Ramadhan itu ibarat sebuah perjalanan jauh yang kita tempuh selama 30 hari lamanya. Dimana seringkali diawal keberangkatan, kita semua begitu semangat. Kita bisa lihat di masjid-masjid penuh dengan jama'ah shalat tarawih, tilawah Al Qur'an menggema dari pengeras suara di masjid dan rumah-rumah kita, dan juga sedekah bertebaran. Namun seperti layaknya perlombaan lari marathon ujian sesungguhnya bukan di garis startnya melainkan menjelang garis finish.

Hal tersebut disampaikan Ustadzah Fatimah Azmi Nainggolan, S.Akun saat menjadi narasumber Program Khusus Ramadhan Penyejuk Qolbu Kamis, 12 Maret 2026 di Studio Programa 1 RRI Gunungsitoli yang dipandu oleh Juri Arna.

Dalam lanjutan tausyiahnya, Ustadzah Fatimah menyampaikan banyak orang yamg gugur di tengah jalan, banyak yang konsentrasinya mulai terpecah oleh hiruk pikuk dunia yang mulai menggoda kita, entah itu sibuk belanja baju lebaran, sibuk membuat kue lebaran atau teralihkan dengan rencana mudik di kampung halaman. Padahal Allah SWT melihat amalan hambaNya pada bagaimana ia menutupnya atau pada akhir waktuNya.

Lalu apa yang harus kita lakukan di sisa waktu ramadhan kali ini. Ada tiga hal yang bisa kita jaga bersama di hari-hari terakhir bulan ramadhan. Pertama, dalam membaca Al Qur'an jangan hanya mengejar khatam Al Qur'an secara cepat saja tetapi mulailah mengejar kedekatan hati kita dengan setiap ayat Al Qur'an yang kita baca. Yang kedua, basahi lisan dengan istighfar. Husnul khotimah dalam ibadah berarti kita menutupnya dengan amalan terbaik serta rasa rendah diri dihadapan Allah SWT. Dan yang terakhir istiqomah hingga takbir bergema. Jangan sampai kita berhenti ibadah sebelum waktunya. Ketika masih dibulan ramadhan di hari-hari akhirnya, maka tetaplah istiqomah dengan tetap hadir dibarisan shalat tarawih, tetap hidupkan malam dengan shalat tahajud.

"Mari sejenak tundukkan kepala kita. Bayangkan jika ini adalah ramadhan terakhir kita. Bayangkan jika setelah bulan syawal nanti kita tidak lagi diberi kesempatan untuk menghirup aroma keberkahan ramadhan. Maka mari kita senantiasa memohon kepada Allah SWT agar jangan biarkan ramadhan ini berlalu tanpa mendapat ampunan atas dosa-dosa kita, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi. Kita memohon kepada Allah SWT agar dijadikan akhir ramadhan ini sebagai akhir yang indah," ucap Ustadzah Fatimah mengakhiri

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita