Niat Jadi Penentu Sah Tidaknya Ibadah

  • 21 Feb 2026 15:01 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID , Gunungsitoli — Kultum sebelum Salat Tarawih di Masjid Jami’ Ilir Kota Gunungsitoli, Kamis 20 Februari 2026, mengangkat tema kedudukan niat dalam ibadah menurut perspektif fiqih. Kultum disampaikan Ustad Imam Akbar di hadapan jamaah Tarawih.

Dalam ceramahnya, Ustad Imam Akbar menjelaskan niat merupakan syarat sah dalam sejumlah ibadah. Ia mengatakan dalam kajian fiqih terdapat banyak pembahasan yang secara khusus mengulas tentang niat.

“Dalam kitab-kitab fiqih, pembahasan tentang niat sangat luas. Bahkan ada puluhan bab yang menyinggung persoalan niat dalam berbagai ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Ia mencontohkan puasa Ramadan yang wajib disertai niat karena Allah.

" Tanpa niat yang benar, puasa hanya menjadi aktivitas menahan lapar dan dahaga " Katanya.

Ustad Imam Akbar juga menjelaskan niat memiliki dua unsur penting, yakni kejelasan tujuan ibadah dan keikhlasan karena Allah. niat tidak harus diucapkan secara lisan, tetapi cukup dihadirkan dalam hati. Dalam fiqih, niat juga berfungsi membedakan jenis ibadah. Misalnya, membedakan antara salat fardu dan salat sunnah, atau antara puasa Ramadan dan puasa sunnah. Ia memberikan contoh praktik yang keliru dalam memahami niat.

“Ada orang berpuasa dengan tujuan utama untuk diet atau kepentingan kesehatan. Jika niatnya semata-mata untuk itu, maka nilai ibadahnya tidak sempurna,” katanya.

Meski demikian, ia menjelaskan menjaga kesehatan dapat menjadi bagian dari hikmah ibadah, selama niat utama tetap karena Allah.

Pada kesempatan itu Ustad Imam Akbar mengajak jamaah untuk meluruskan niat sebelum memulai setiap ibadah.

Untuk diketahui, selama bulan suci Ramadhan Masjid Jami’ Ilir secara rutin menggelar kultum singkat sebelum Salat Tarawih sebagai bagian dari pembinaan keagamaan kepada para jamaah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....