Warga Muhammadiyah Gunungsitoli Gelar Taraweh Malam Perdana

  • 18 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Warga Muhammadiyah mulai melaksanakan salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa 17 Februari 2026. Salah satu titik pelaksanaan ibadah tersebut berlangsung di Masjid Taqwa Muhammadiyah kecamatan Gunungsitoli.

Ketua PD. Muhammdiyah Ahmad Irfan Zebua mengatakan, pada pelaksanaan Tarawih di Masjid Taqwa Muhammadiyah kecamatan Gunungsitoli berlangsung dengan khusyuk, Shaf masjid terlihat terisi oleh warga dari berbagai kelompok usia yang ingin menjalankan ibadah malam pertama Ramadan.

“Pelaksanaan Qiyamul Lail Ramadhan kemarin alhamdulillah terlaksana dengan baik di Masjid Taqwa Muhammadiyah ba'da Isya. Pelaksanaan Tarawih ini mengikuti maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadhan yang menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sehingga ibadah Tarawih dimulai pada Selasa malam,” ujarnya, Rabu 19 Februari 2026.

Ia berharap kepada Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammdiyah serta Ketua BKM lingkup Persyarikatan Muhammadiyah kota Gunungsitoli untuk dapat melaksanakannya sesuai dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus menghimbau agar perbedaan yang terjadi dalam penentuan awal puasa tidak perlu diperdebatkan karena merupakan hal yang wajar. Perbedaan tersebut bukanlah perbedaan akidah, melainkan perbedaan metode dalam menjalankan ibadah.

“Perbedaan penentuan 1 Ramadhan ini jangan dibesar-besarkan karena tidak ada permasalahan, perbedaan yang ada hanya metode yang digunakan dalam menetapkan 1 Ramadhan yakni ada yang menggunakan Hisab Rukyat dan ada yang menggunakan wujudul Hilal dan KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal. Saya selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Gunungsitoli menyampaikan kepada Anggota warga dan simpatisan Muhammadiyah agar perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan di jangan dibesar-besarkan karena ini bukan suatu permasalahan, yang sama jangan dibedakan dan yang beda jangan disamakan karena perbedaan adalah sunatullah yang harus dijunjung tinggi dan disikapi secara arif, bijaksana, santun dan bermartabat,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....