Masyarakat Diimbau Menantikan Sidang Isbath Penetapan 1 Ramadhan
- 16 Feb 2026 12:35 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sidang Isbath bukan sekedar seremoni, namun merupakan sebuah ruang musyawarah yang mempertemukan para ahli, ulama dan perwakilan para organisasi Islam. Pada momen inilah laporan dari titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia dikumpulkan dan hasil sidang inilah yang nantinya akan menjadi pegangan resmi bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk memulai ibadah secara serentak, atau mungkin berbeda, namun tetap dalam semangat toleransi.
Menanggapi informasi kapan pelaksanaan Sidang Isbath Awal Puasa 2026, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Dr. H. Arnan Lubis M.Sos, pada Senin 16 Februari 2026 menyampaikan, kemungkinan akan berlangsung pada tanggal 17 Februari 2026, namun demikian tetap menunggu Surat Edaran terkait dengan Isbath Penetapan 1 Ramadhan 1447 H.
“Kami menghubungi Kabid Urais Kanwil Kementerian Agama Provsu terkait dengan rencana Pemerintah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1447 H. Kemungkinan besar walaupun secara tertulis belum ada Surat Edaran terkait dengan Isbath Penetapan 1 Ramadhan 1447 H, kemungkinan akan berlangsung pada tanggal 17 Februari 2026. Tentu penetapan ini sampai sekarang masih belum bisa dipastikan apakah tanggal 18 atau tanggal 19 terkait dengan kapan 1 Ramadhan 1447 H. Didalam pelaksanaan Isbath tersebut nantinya akan ditentukan,” ujar Kakan Kemenag Kabupaten Nias.
Oleh karena itu, ujar Kakan Kemenag Kabupaten Nias, sidang isbath sangat mengedepankan kehati-hatian dan pendekatan ilmiah. Keputusan awal Ramadhan akan ditetapkan melalui pembahasan hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pemantauan hilal). Dalam hal ini pemerintah akan berupaya memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan dan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Selanjutnya, terlepas dari apakah kita akan memulai berpuasa pada hari Rabu atau Kamis, esensi dari Ramadhan tetaplah sama yakni sebuah perjalanan spiritual untuk kembali ke fitrah dan meningkatkan ketaqwaan. Perbedaan metode penetapan tanggal justru memperkaya tradisi keislaman dan mengajarkan kita arti saling menghormati,” tutup Arnan Lubis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....