Sembilan Perguruan Sudah Terdaftar di IPSI Kota Gunungsitoli

  • 26 Agt 2025 15:15 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Perkembangan olahraga Pencak Silat di kota Gunungsitoli cukup signifikan dengan eksisnya berbagai perguruan serta medali yang diraih.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Gunungsitoli, Haryys Laia menyebutkan saat ini sudah ada 9 perguruan silat yang terbentuk di kota Gunungsitoli yakni PPS Betako Merpati Putih (MP), Kelatnas Indonesia Perisai Diri (PD), Dayung Sakti Indonesia (Dasindo), Satria Muda Indonesia (SMI), PPS Halilintar, Harimau Hijaiyah Langkat (Harihilang), Perguruan Pencak Djatinegara (PPD), PPS Ondroita dan PPS Sinar Baru.

“Saat sudah ada 9 perguruan yang terdaftar di IPSI Kota Gunungsitoli dan menyusul 1 lagi akan segera mendaftar,” ucap Harrys, Selasa (26/8/2025).

Perguruan silat ini sebutnya memiliki anggota ratusan orang dan tetap rutin berlatih dan bertanding meski tanpa ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Meski begitu, perguruan ini tidak tinggal diam. Dalam berbagai event, perguruan silat itu mendaftarkan anggotanya masing-masing untuk bisa mengikuti dengan biaya masing-masing.

“Sebenarnya cabor silat ini salah satu cabor yang paling rapi, tata kelola organisasinya, atlitnya dan lain sebagainya. Mengapa begitu?, dari 9 perguruan itu masing-masing punya AD/ART-nya sendiri, kurikulum sendiri, singkatnya bisa katakan seperti sekolah sendiri. IPSI dan pemerintah sebenarnya tugas sudah mudah, dia tinggal mengambil yang terbaik dari yang terbaik yang sudah ada, dilatih dengan fokus diberi pemahaman tentang aturan pencak silat yang baku dan detail,” katanya.

Bagi Harrys, jika hanya menunggu dari pemerintah daerah, maka kesempatan emas itu akan berlalu begitu saja.

Salah seorang atlit peraih medali emas pada 2nd International Indonesian Student Open Pencak Silat Championship 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprovsu, Medan, 4-10 Agustus 2025, Helga Ira Anggreni Ndraha siswi SMP Negeri 4 mengaku orangtuanya terpaksa merogoh kocek sendiri untuk membiayai keberangkatannya ke Medan mengikuti pertandingan.

“Kurang lebih Rp2 juta rupiah total biayanya, karena biaya pendaftaran saja sudah Rp350 ribu karena internasional dan Puji Tuhan bisa mendapatkan medali emas,” ucap Helga.

Ia mengaku sangat senang bisa mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo yang merupakan Ketua IPSI Nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....