Murid SD Sinarikhi Olah Sisa MBG Menjadi Bermanfaat

  • 31 Jan 2026 15:07 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Makan bergizi gratis (MBG) ternyata juga menghasilkan limbah tersendiri yakni sisa-sisa makanan, yang biasanya ini menjadi urusan dari SPPG dalam menyalurkan limbahnya kemana.

Namun berbeda dengan MBG di SD Negeri 071018 Sinarikhi, kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias, wadah makanan mereka nyaris bersih tak bersisa saat dipulangkan kepada petugas SPPG, karena sampah sisa MBG sudah mereka tampung dalam wadah khusus.

Kepala SD Negeri 071018 Sinarikhi Polinus Zebua mengatakan ini merupakan salah satu solusi mengatasi sampah organik dari MBG, dimana sampah organik dimanfaatkan menjadi pakan maggot. Maggot adalah larva (ulat) dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang sangat bermanfaat sebagai pengurai sampah organik dan sumber pakan ternak kaya protein.

Murid-murid diajarkan untuk memanfaatkan sampah MBG untuk menghasilkan maggot yang mereka gunakan sebagai pakan lele yang mereka pelihara di kelas, ikan lele tersebut kemudian dikomsumsi bersama.

“Jadi praktek seperti ini sudah lama kita mulai jauh sebelum adanya MBG. Nah dengan adanya MBG maka justru semakin bagus, dimana sisa-sisa makanan anak-anak tidak ditinggalkan dalam wadah makanan tetapi di buang dalam sebuah baskom besar yang sudah kami sediakan. Termasuk misalnya sisa buah atau sisa daging ikan atau ayam yang tidak habis, ini semua menjadi makanan maggot,” ucap Poli, Jum’at 30 Januari 2026.

Niken salah seorang murid kelas 6 SD Negeri 071018 mengaku tidak jijik meski harus mengolah sampah menjadi makanan maggot. Menurutnya hal ini mengajarkan mereka untuk memanfaatkan sampah secara bijak sehingga tidak mengotori lingkungan.

“Saya tidak jijik, biasa saja, kami malah senang melakukan proses ini, nanti kalau maggotnya sudah besar-besar kami kasih makan ke ikan lele, yang penting lingkungan kami juga menjadi bersih dari sampah,” ucapnya.

Adapun ikan lele mereka pelihara dalam sebuah botol air minum isi ulang dan yang diletakkan diatas sebuah dispenser yang rusak. Dengan cara ini mereka juga diajarkan memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Niken mengaku dulu ia dan teman-temannya sempat membawa sampah organik dari rumah untuk diolah menjadi makanan maggot seperti sisa-sisa makanan, sisa sayuran maupun buah. Lewat kegiatan ini ia pun menciptakan kekompakan bersama teman-temannya sekelasnya karena terlibat dalam proyek pengolahan sampah sekaligus beternak ikan lele.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....