Asal Muasal Terciptanya Hidangan Mi sop di Indonesia

  • 21 Sep 2026 17:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Asal muasal terciptanya mi sop atau sering disebut "miso" berakar dari perpaduan budaya (akulturasi) antara kuliner Tionghoa, Melayu dan Belanda di wilayah Sumatera Utara. Hidangan berkuah bening kaya rempah ini mulai berkembang dan menyebar luas sebagai makanan rakyat di pinggiran Kota Medan sejak awal abad ke-19 (sekitar tahun 1900-an) sebagaimana dimuat laman henryirwan2025.

Terciptanya mie sop tidak lepas dari percampuran budaya yang melekat kuat di wilayah pesisir Sumatera Utara kala itu diantaranya budaya Tionghoa membawa pengaruh teknik pembuatan dan penyajian mi (baik mi kuning, bihun maupun kwetiau) kemudian budaya Melayu memberikan sentuhan kekayaan rempah-rempah lokal yang kuat pada kuahnya dan terakhir budaya Belanda memengaruhi adopsi hidangan berbasis sup (kaldu daging) yang populer di era kolonial seperti dirilis laman budayaindonesia.org.

Sajian ini pertama kali dipopulerkan oleh para pedagang Tionghoa-Indonesia di Medan. Mereka mengawinkan teknik membuat sup kaldu bening khas Tionghoa dengan mi, lalu menyesuaikannya dengan lidah masyarakat setempat. Penyesuaian ini dilakukan dengan memasukkan kekayaan rempah-rempah nusantara yang biasa digunakan dalam masakan Melayu sebagaimana dimuat laman henryirwan2025.

Nama "Miso" di sini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sup pasta kedelai fermentasi asal Jepang. Istilah tersebut murni berasal dari singkatan atau pelafalan cepat masyarakat lokal untuk menyebut "Mie Sop". Memasuki tahun 1970-an, warung-warung mie sop legendaris mulai menjamur di sudut-sudut kota. Seiring berjalannya waktu, menu ini divariasikan dengan berbagai pelengkap lokal seperti suwiran ayam kampung, bakso, tahu goreng, ceker hingga sate kerang yang menjadi pendamping wajib kuliner.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....