Asal Usul Jengkol
- 24 Jun 2026 16:12 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: Pithecellobium jiringa) adalah flora yang berasal dari Indonesia dan mayoritas negara Asia Tenggara. Tumbuhan ini masuk ke dalam suku polong-polongan (Fabaceae). Pada mulanya, tanaman ini tumbuh liar di hutan-hutan tropis nusantara (seperti Sumatra, Jawa Barat dan Jawa Tengah). Pohon jengkol dapat tumbuh tegak lurus hingga mencapai ketinggian 25 meter. Pohon ini mampu beradaptasi dengan baik mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Karena digemari oleh masyarakat lokal, pohon ini mulai dipindahkan dari hutan untuk dibudidayakan di perkebunan dan pekarangan rumah sebagaimana dirilis laman kebunindo.
Kaya akan protein, zat besi dan kalsium, jengkol sangat baik untuk mencegah anemia dan kesehatan tulang. Aroma tajam jengkol yang tertinggal pada mulut dan urine berasal dari kandungan senyawa sulfur (belerang) yang terbentuk dari asam amino khas di dalamnya. Ketika dicerna, senyawa sulfur ini akan terpecah dan menghasilkan bau yang sangat pekat. Selain bau, jengkol juga mengandung asam jengkolat yang jika dikonsumsi berlebihan secara mentah dapat mengkristal di dalam ginjal dan memicu kondisi medis darurat yang disebut kejengkolan sebagaimana dimuat laman alodokter.
Pada zaman dahulu di wilayah tertentu seperti Silungkang (Sumatra Barat), jengkol sempat dianggap sebagai hidangan penambah nafsu makan. Sebelum populer sebagai olahan lezat seperti semur, jengkol sejak dahulu telah dimanfaatkan oleh masyarakat adat lokal, termasuk pernah disimpan dengan cara dikubur di dalam tanah (dikenal dengan sebutan joriang baloka di Minangkabau) untuk persediaan makanan seperti dimuat laman kebunindo.
Masyarakat Betawi kemudian mengolah jengkol dengan teknik memasak semur (smoor dari bahasa Belanda yang berarti merebus lama dengan api kecil hingga empuk) dan memadukannya dengan kecap manis serta rempah-rempah nusantara. Perpaduan inilah yang melahirkan hidangan Semur Jengkol yang melegenda hingga sekarang sebagaimana dirilis laman Wikipedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....