Lebih baik Nasi Panas atau Nasi Dingin, Berikut Penjelasannya

  • 29 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kalian pilih nasi dingin atau panas? Kebanyakan orang lebih suka memakan nasi yang baru dimasak daripada mendiamkannya pada suhu ruangan selama beberapa waktu. Namun dari segi kesehatan, mana yang lebih baik dikonsumsi?

Dilansir dari situs radarbanyumas.id, Sebenarnya tidak ada masalah selama kondisi fisik baik atau tidak menderita penyakit khusus seperti obesitas atau diabetes. Namun, jika Anda mengalami obesitas atau diabetes, hal ini patut dipertimbangkan.

Konsumsi Nasi yang Baik untuk Kesehatan

1. Kandungan Karbohidrat pada Nasi Dingin dan Panas

Nasi dingin dan nasi panas memiliki jumlah karbohidrat yang berbeda. Laporan situs Dokter Sehat, Dr. Juwalita Surapsari dan M.Gizi dari Sp.GK mengungkapkan, kandungan gula pada Nasi dingin lebih rendah dibandingkan nasi panas.

Di sini, nasi dingin mengacu pada nasi yang telah disimpan beberapa saat pada suhu ruangan, dan nasi hangat mengacu pada nasi yang baru dimasak. Nasi yang disimpan pada suhu ruangan cenderung memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi panas yang baru dimasak.

Indeks glikemik yang tinggi ini menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat, sehingga sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Akumulasi gula berlebih juga menyebabkan penumpukan lemak, yang menyebabkan penambahan berat badan secara signifikan.

2. Makan Nasi Saat Diet

Saat menjalankan program diet tentunya harus memilih menu dan jumlah makanannya, salah satunya adalah mempertimbangkan apakah akan makan nasi dingin atau panas. Dari penjelasan sebelumnya, nasi panas memiliki banyak karbohidrat dan mudah diserap tubuh.

Proses penyerapan yang lebih cepat ini membuat Anda merasa lapar kembali segera setelah makan. Tentu saja, jika tujuan program diet Anda adalah untuk makan lebih sedikit, hal ini bisa sedikit merepotkan.

Sebaliknya, nasi dingin banyak mengandung pati resisten yang cenderung memperlambat proses pencernaan. Ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan Anda tidak akan langsung merasa lapar setelah makan.

Kalau tidak langsung lapar, lebih mudah dikendalikan atau makan lebih sedikit. Disarankan memilih nasi dingin, dan juga perlu membatasi kalori saat berdiet. Hindari menambahkan makanan kaya karbohidrat lainnya untuk mengontrol berat badan.

3. Cara Makan Nasi untuk Penderita Diabetes

Pertanyaan memilih nasi dingin atau panas juga berlaku bagi penderita diabetes yang perlu menjaga kadar gula darah tetap normal. Penderita diabetes sebaiknya menunggu sampai nasi menjadi dingin untuk menurunkan indeks glikemik.

Berdasarkan penelitian yang diunggah ke Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, nasi yang dibiarkan bersuhu 40 derajat Celcius dan dipanaskan kembali hingga 24 jam ternyata memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru dimasak. Menurut laman YesDok, pati beras dipecah menjadi gula sederhana di dalam tubuh.

Molekul gula sederhana ini menumpuk dan diubah menjadi glukosa, yang diubah menjadi energi. Namun jika glukosa dalam tubuh terlalu banyak, glukosa menumpuk dan berubah menjadi lemak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....