Mengetahui Apa Itu Rehabilitasi Medik

  • 08 Sep 2026 07:42 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Rehabilitasi medik adalah terapi yang dilakukan untuk memulihkan atau mengembalikan fungsi tubuh yang bermasalah akibat cedera, operasi, ataupun penyakit tertentu. Rehab medik mencakup setiap kelompok umur, mulai dari bayi baru lahir, anak dan remaja, orang dewasa muda, hingga lanjut usia.

Dikutip dari Hellosehat.com, kondisi kesehatan yang paling umum ditangani dengan rehabilitasi ini antara lain Penyakit yang menyerang otak, seperti stroke, multiple sclerosis, atau cerebral palsy, Cedera dan trauma, termasuk patah tulang, luka bakar, cedera otak, dan cedera tulang belakang. Nyeri kronis, seperti sakit pinggang dan sakit leher bertahun-tahun. Kelelahan kronis dalam masa pemulihan dari penyakit infeksi, gagaljantung, atau penyakit pernapasan.

Lansia dengan keterbatasan gerak. Efek samping pengobatan penyakit tertentu, seperti kanker. Operasi pada tulang atau sendi serta amputasi. Nyeri sendi yang berlangsung menahun. Sedangkan Pada anak-anak, rehab medik biasanya diperlukan untuk kondisi berikut ini. Kelainan genetik atau cacat lahir, Keterbelakangan mental, Penyakit otot dan saraf, Gangguan perkembangan atau kelainan sensorik, Autisme dan kondisi sejenisnya, Terlambat bicara dan gangguan sejenisnya.

Rehabilitasi medik umumnya melibatkan beberapa terapi sekaligus, tergantung kondisi dan keterbatasan yang dialami pasien. Setiap terapi akan dipandu oleh tenaga kesehatan yang sesuai. Berikut jenis terapi yang paling umum dalam proses rehab medik diantaranya Fisioterapi ditujukan bagi pasien yang bermasalah dengan nyeri, kesulitan bergerak, serta belum bisa menjalani kegiatan dengan normal. Terapi ini biasanya dilakukan pada pasien stroke, operasi, ibu bersalin, dan pasien yang memakai alat bantu gerak.Sebelum memulai terapi, dokter terlebih dulu akan menilai postur, keseimbangan, serta aspek lainnya yang berkaitan dengan kemampuan motorik. Ada penyakit dan kondisi tertentu yang membuat pasien tidak bisa melakukan kegiatan sederhana seperti makan, memakai baju, atau menyikat gigi. Terapi okupasi bertujuan untuk membantu pasien yang butuh dampingan dalam menjalani kegiatan tersebut. Rehab medik ini fokus mengembalikan gerak motorik halus, fungsi indera, dan kemampuan sejenisnya yang diperlukan pasien untuk hidup secara mandiri.

Seterusnya, Terapi wicara pada rehabilitasi medik dapat menangani berbagai masalah terkait mulut dan bahasa, termasuk kelancaran bicara, bernapas, dan menelan. Masalah ini kerap ditemukan pada anak dengan bibir sumbing, cerebral palsy, dan Down syndrome.Selain anak-anak, terapi ini berguna bagi orang dewasa yang sulit bicara akibat stroke, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau demensia.Tujuan rehab medik ini tak lain agar pasien mampu berkomunikasi, menelan, dan bernapas dengan sebaik mungkin.Terapi wicara dilakukan dengan latihan berkomunikasi, bersuara, serta melafalkan huruf dan kata. Terapis juga memberikan terapi makan dan menelan dengan melatih lidah, rahang, serta bibir guna memperkuat otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....