Obat Nyamuk, Kenali Kandungan, Bahaya, Tips Aman Menggunakannya
- 29 Agt 2026 12:11 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Obat nyamuk digunakan untuk mengusir dan mencegah gigitan nyamuk. Penggunaan obat nyamuk harus hati-hati dan tidak boleh sembarangan. Jika digunakan dengan cara yang tidak tepat, bahaya obat nyamuk bisa berdampak negatif bagi kesehatan.
Dikutip dari laman alodokter.com , Ada beberapa jenis obat nyamuk, seperti losion, semprot, bakar, dan elektrik. Obat nyamuk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda perlu cermat memilihnya demi menghindari bahaya obat nyamuk.
Secara alami, nyamuk mendekati manusia karena tertarik pada embusan napas, kelembapan dan kehangatan tubuh manusia. Saat menggigit kulit dan mengisap darah manusia, virus dan parasit yang ada pada nyamuk masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit.
Jadi, tidak hanya membuat kulit gatal dan bentol-bentol, gigitan nyamuk juga dapat membawa sejumlah penyakit, seperti demam berdarah, malaria, virus Zika, dan penyakit kaki gajah.
Mengenal Bahan yang Terkandung dalam Obat Nyamuk
Penggunaan obat nyamuk sebenarnya bukan bertujuan untuk membunuh nyamuk. Obat ini hanya mengandung bahan-bahan aktif yang bisa mengusir nyamuk dan membuatnya tidak tertarik untuk menggigit kulit manusia.
Namun, tidak semua kandungan bahan dari obat nyamuk aman untuk semua orang, karena beberapa di antaranya bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kandungan apa saja yang terdapat pada obat nyamuk. Berikut ini adalah penjelasannya:
| Baca juga: Nangka, Memelihara Kesehatan Kulit |
1. DEET
DEET atau diethyltoluamide sudah digunakan selama puluhan tahun untuk mengusir serangga, seperti nyamuk, kutu, agas, dan lalat. Zat aktif ini umumnya terdapat pada obat nyamuk semprot dan losion antinyamuk.
DEET aman digunakan dan mampu memberikan perlindungan terhadap nyamuk hingga 5 jam, asalkan konsentrasinya tidak lebih dari 30% dan tidak dioleskan pada kulit yang terluka.
2. Picaridin
Picaridin adalah bahan kimia sintesis yang umumnya tersedia dalam tingkat konsentrasi 5–20%. Obat nyamuk losion atau semprot yang mengandung 5% picaridin mampu melindungi kulit dari gigitan nyamuk selama 3–4 jam, sedangkan kandungan 20% picaridin bisa memberikan perlindungan hingga 8–12 jam.
Jadi, makin tinggi tingkat konsentrasi picaridin pada obat nyamuk, makin lama pula obat ini memberikan perlindungan terhadap gigitan nyamuk.
3. Minyak eukaliptus lemon
Obat nyamuk losion dan semprot juga ada yang mengandung minyak eukaliptus lemon. Batas aman tingkat konsentrasinya adalah tidak boleh lebih dari 30%. Produk obat nyamuk yang mengandung 30% minyak eukaliptus lemon biasanya mampu memberikan perlindungan terhadap nyamuk hingga sekitar 6 jam.
Namun, penggunaan obat nyamuk dengan kandungan ini tidak boleh digunakan untuk anak di bawah usia 3 tahun.
| Baca juga: Manfaat Durian bagi Kesehatan |
4. Permetrin
Permetrin merupakan insektisida yang banyak terdapat pada obat nyamuk semprot. Namun, obat nyamuk dengan kandungan piretrin tidak boleh disemprotkan langsung ke kulit. Obat nyamuk ini hanya untuk disemprotkan pada permukaan benda, misalnya pakaian, dinding, dan kelambu.
Jenis dan Bahaya Obat Nyamuk bagi Kesehatan
Berikut ini adalah beberapa jenis beserta bahaya obat nyamuk yang bisa terjadi:
Obat nyamuk losion
Obat nyamuk dalam bentuk losion umumnya aman dioleskan pada kulit. Namun, bagi sebagian orang, penggunaan losion antinyamuk bisa menyebabkan kulit perih, bengkak, dan kemerahan. Bila Anda mengalaminya, sebaiknya pilih obat nyamuk losion dengan tingkat konsentrasi bahan aktif yang lebih rendah.
Obat nyamuk semprot
Obat nyamuk semprot umumnya dikemas dalam botol aluminium aerosol. Penggunaannya dilakukan dengan cara disemprotkan ke udara. Jika terhirup atau tertelan, bahaya obat nyamuk semprot yang mengandung permetrin dapat menyebabkan sesak napas, batuk-batuk, muntah, hingga kehilangan kesadaran.
Sementara itu, DEET yang terkandung dalam obat nyamuk semprot bisa menimbulkan iritasi dan gangguan saraf, terutama jika terjadi kontak jangka panjang dengan kulit.
Obat nyamuk bakar
Obat nyamuk bakar umumnya berbentuk lingkaran spiral. Ujung lingkaran dibakar untuk menghasilkan asap yang dapat mengusir nyamuk. Faktanya, asap hasil pembakaran obat nyamuk bakar merupakan emisi berbahaya karena dapat mencemari udara.
Bahaya obat nyamuk bakar bisa memicu gejala infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kekambuhan gejala asma. Tidak jarang, orang yang menghirup asap obat nyamuk bakar mengalami sesak napas, mata perih, batuk-batuk, dan hidung tersumbat.
Bahkan menurut sebuah penelitian, bahaya obat nyamuk bakar yang digunakan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker paru-paru.
Obat nyamuk elektrik
Obat nyamuk elektrik tersedia dalam bentuk cairan dan kepingan. Jika obat nyamuk bakar menghasilkan asap, obat nyamuk elektrik menghasilkan uap yang dapat mengusir nyamuk.
Obat nyamuk jenis ini juga mengandung bahan kimia yang berbahaya apabila terus-menerus terhirup. Bagi sebagian orang, penggunaan obat nyamuk elektrik bisa menimbulkan sakit kepala, mual, sakit tenggorokan, dan iritasi mata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....