BNNK Gunungsitoli Terapkan Kurikulum Anti Narkoba di 3 Sekolah Percontohan
- 24 Agt 2026 15:45 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Gunungsitoli mulai menerapkan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di satuan pendidikan. Langkah ini menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
Program IKAN merupakan bagian dari strategi Pengetatan dan Pencegahan yang dijalankan BNNK Gunungsitoli. Melalui program ini, materi bahaya narkoba dimasukkan langsung ke dalam mata pelajaran di sekolah, khususnya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Penjas.
Plh. Kepala BNNK Gunungsitoli Leos Balthasar Wirawan Gulo, S.H. menyebut, implementasi kurikulum anti narkoba diawali di 3 sekolah percontohan hasil kerja sama dengan Dinas Pendidikan Cabang Wilayah 13 Sumut, Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, dan Kemenag Kota Gunungsitoli.
| Baca juga: Manfaat Minyak Kemiri untuk Perawatan Rambut |
Tiga sekolah tersebut adalah MAN Gunungsitoli, SMAN 1 Gunungsitoli, dan SMPN 1 Gunungsitoli.
"Dengan masuknya materi ini ke kurikulum, diharapkan siswa tidak hanya tahu bahaya narkoba, tapi juga punya daya tolak sejak dini," ujarnya, Senin 24 Agustus 2026.
Selain IKAN, BNNK juga menjalankan Program ANANDA yang menyasar anak usia dini. Program ini berfokus membangun imunitas dan pemahaman anak agar tidak bertoleransi terhadap narkoba saat dewasa.
| Baca juga: Tips Mengobati Panu di Kulit |
Untuk menjangkau masyarakat luas, BNNK juga gencar melakukan Diseminasi Informasi. Penyebaran dilakukan dua jalur, yakni sosialisasi tatap muka dan kampanye digital melalui media sosial.
Dengan tiga pilar ini, BNNK Gunungsitoli menargetkan terciptanya lingkungan sekolah dan keluarga yang bersih dari narkoba.
Hingga saat ini, pelatihan guru dan penyusunan modul IKAN masih terus dilakukan bersama Dinas Pendidikan agar bisa diterapkan menyeluruh di tahun ajaran berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....