Kondisi Kesehatan Tubuh ketika Kekurangan Vitamin B
- 14 Agt 2026 19:50 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kondisi kesehatan tubuh ketika kekurangan vitamin B meliputi rasa lelah dan lemas ekstrem, sariawan atau bibir pecah-pecah, kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, gangguan konsentrasi atau mudah lupa serta risiko penyakit spesifik seperti anemia atau beri-beri tergantung jenis vitamin B yang kurang sebagaimana dirilis laman alodokter.
Gejala Umum Kekurangan Vitamin B
Kelelahan kronis: Tubuh kekurangan energi dan pasokan oksigen karena terganggunya pembentukan sel darah merah.
Gangguan saraf: Sering muncul rasa kesemutan, mati rasa atau sensasi seperti tertusuk jarum pada ekstremitas.
Masalah kulit dan mulut: Bibir pecah-pecah di sudut mulut, sariawan berulang serta kulit kering atau bersisik.
Gangguan mental: Penurunan daya ingat, sulit fokus hingga perubahan suasana hati atau depresi seperti dikutip laman hellosehat.
Dampak Berdasarkan Jenis Vitamin B
Vitamin B1 (Tiamin):
Memicu penyakit beri-beri serta gangguan fungsi jantung atau saraf.
Beri-beri: Ditandai dengan sesak napas, detak jantung meningkat dan pembengkakan pada kaki.
Sindrom Wernicke-Korsakoff: Gangguan saraf pusat dan otak yang memicu hilangnya memori secara permanen.
Gejala Umum: Tubuh lemah, penurunan berat badan dan gangguan tidur.
Vitamin B2 (Riboflavin):
Menyebabkan radang lidah, mata sensitif terhadap cahaya dan bibir pecah-pecah.
Gangguan Mulut & Kulit: Bibir pecah-pecah (terutama di sudut mulut), infeksi mulut, sariawan dan kulit bersisik.
Masalah Mata: Mata merah dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.
Anemia: Mengganggu produksi sel darah merah dalam tubuh.
Vitamin B3 (Niasin):
Berisiko menyebabkan penyakit pelagra yang ditandai masalah pencernaan dan lesi kulit.
Pellagra: Kondisi parah dengan gejala "4D", yaitu Dermatitis (ruam kulit), Diare, Demensia (bingung/pikiran tumpul) dan Death (kematian jika tidak diobati).
Gejala Pencernaan: Mual, muntah dan sembelit.
Vitamin B5 (Pantothenic Acid) & Vitamin B6 (Pyridoxine):
Gangguan Saraf: Sering merasakan kesemutan, mati rasa atau sensasi seperti ditusuk jarum pada tangan dan kaki.
Kesehatan Mental: Mudah marah, cemas, depresi dan kelelahan berlebih.
Baca juga: Manfaat Buah Pepaya untuk Kesehatan
Vitamin B7 (Biotin):
Masalah Rambut & Kulit: Kerontokan rambut (alopecia) dan ruam bersisik di sekitar mata, hidung atau mulut.
Kondisi Fisik: Mata kering, kelelahan kronis dan depresi.
Vitamin B9 (Asam Folat):
Anemia Megaloblastik: Sel darah merah berukuran terlalu besar dan tidak berfungsi normal, memicu rasa lelah ekstrem dan sesak napas.
Bahaya Kehamilan: Memicu cacat tabung saraf (cacat lahir) pada janin.
Vitamin B12 (Cobalamin):
Kerusakan Saraf (Neuropati Perifer): Merusak lapisan pelindung saraf (mielin) yang bisa memicu gangguan keseimbangan, sulit berjalan hingga kerusakan saraf permanen.
Ataksia: Gangguan otak yang memengaruhi koordinasi tubuh, cara berjalan hingga cara berbicara.
Masalah Psikologis: Penurunan memori jangka pendek (mudah lupa), sulit konsentrasi, halusinasi dan depresi sebagaimana dikutip laman halodoc.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....