Penyebab Sariawan di Bagian Belakang Mulut yang Perlu Diwaspadai

  • 27 Jul 2026 21:26 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Sariawan dapat muncul di berbagai bagian rongga mulut, termasuk di bagian belakang mulut seperti dekat tenggorokan, langit-langit lunak, atau pangkal lidah. Meski umumnya tidak berbahaya, sariawan di area tersebut sering menimbulkan rasa nyeri saat menelan, berbicara, hingga makan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dilansir oleh Mayo Clinic, penyebab sariawan belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya luka kecil pada bagian dalam mulut, termasuk cedera ringan akibat tergigit, menyikat gigi terlalu keras, penggunaan kawat gigi, hingga konsumsi makanan yang terlalu panas, pedas, atau asam.

Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun juga dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan. Kurang istirahat, stres berkepanjangan, dan kelelahan sering dikaitkan dengan munculnya sariawan pada sebagian orang. Kondisi tersebut dapat membuat proses penyembuhan menjadi lebih lambat dibandingkan biasanya.

Kekurangan beberapa jenis vitamin dan mineral juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Asupan vitamin B12, zat besi, asam folat, dan seng yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kesehatan jaringan mulut sehingga lebih rentan mengalami sariawan.

Pada beberapa kasus, sariawan di bagian belakang mulut juga dapat berkaitan dengan infeksi virus atau bakteri, reaksi alergi terhadap makanan tertentu, maupun kondisi medis seperti gangguan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan gejala yang menyertai, seperti demam, luka yang semakin membesar, atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.

Untuk membantu meredakan keluhan, menjaga kebersihan mulut menjadi langkah yang penting. Menyikat gigi secara perlahan, berkumur dengan air garam hangat, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari makanan yang dapat mengiritasi luka dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.

Sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, apabila sariawan berlangsung lebih dari dua minggu, sering kambuh, berukuran besar, atau disertai kesulitan menelan dan demam tinggi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter atau dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menjaga pola makan bergizi, mengelola stres, dan menerapkan kebersihan mulut yang baik menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya sariawan. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat agar keluhan tidak semakin mengganggu kesehatan dan kualitas hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....