Tampak Sepele, tapi Gigitan Kucing Bisa Berisiko Serius

  • 12 Apr 2026 10:22 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Digigit kucing sering dianggap hal sepele. Apalagi kalau lukanya terlihat kecil, hanya seperti titik tusukan atau goresan tipis. Banyak orang cukup membilasnya sebentar, lalu menganggapnya tidak perlu penanganan lebih lanjut.

Padahal, justru di situlah masalahnya. Luka gigitan kucing sering tampak ringan di permukaan, tapi bisa menyimpan risiko di dalam. Gigi kucing yang tajam dapat menembus kulit cukup dalam, membawa bakteri masuk ke jaringan tanpa terlihat jelas dari luar.

Mengutip Medical News Today, gigitan kucing justru termasuk salah satu jenis luka yang cukup berisiko tinggi infeksi.

Masalahnya, luka seperti ini sulit dibersihkan secara menyeluruh. Akibatnya, bakteri dari mulut kucing bisa terjebak di dalam jaringan kulit.

Saat permukaan luka menutup, bakteri tersebut bisa berkembang dan memicu infeksi.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 20 persen hingga 80 persen kasus gigitan atau cakaran kucing dapat berujung infeksi.

Infeksi yang bisa terjadi

Kucing membawa berbagai jenis bakteri dan mikroorganisme. Salah satu yang paling umum adalah Pasteurella multocida. Bakteri ini ditemukan pada 70-90 persen kucing, dalam kasus gigitan, sekitar 75 persen luka mengandung bakteri ini.

Infeksi biasanya muncul dalam waktu 24-48 jam, dengan gejala seperti nyeri,bengkak,kemerahan serta peradangan.

Jika tidak ditangani, infeksi bisa berkembang menjadi:

- selulitis (infeksi kulit lebih dalam),

- abses (nanah),

- menyebar ke aliran darah (sepsis), meski kasusnya jarang.

Gigitan kucing juga bisa menularkan beberapa penyakit lain, seperti berikut ini.

1. Cat scratch disease

Penyakit ini disebabkan bakteri Bartonella henselae. Gejalanya bisa muncul dalam 1-3 minggu, seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Rabies

Meski jarang pada kucing peliharaan yang divaksin, risiko tetap ada, terutama dari kucing liar.

3. Tetanus

Gigitan hewan juga berisiko membawa bakteri penyebab tetanus, terutama jika luka tidak ditangani dengan baik.

4. Infeksi jamur (sporotrichosis)

Dalam kasus tertentu, gigitan atau cakaran kucing bisa menularkan infeksi jamur yang menyebabkan luka pada kulit.

Selain infeksi, gigitan kucing juga bisa menimbulkan komplikasi lain, tergantung lokasi dan kedalaman luka, mulai dari kerusakan saraf,cedera tendon (terutama di tangan), fragmen gigi kucing yang tertinggal di luka hingga bekas luka permanen.

Jika tergigit kucing, langkah awal yang disarankan adalah sebagai berikut:

- Cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama minimal 5 menit.

- Jangan langsung menutup luka.

- Segera cari pertolongan medis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....