Diam-Diam Otot Menyusut Seiring Usia, Ini Cara Mempertahankannya!
- 09 Apr 2026 11:17 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Seiring bertambahnya usia, tubuh perlahan kehilangan serabut otot, terutama yang memberi kekuatan dan stabilitas. Fenomena ini, dikenal sebagai sarkopenia, membuat otot mengecil, melemah, dan meningkatkan risiko jatuh serta kehilangan mobilitas. Proses ini bukan karena tubuh “tahu umur”, melainkan akibat akumulasi kerusakan sel, hormon yang menurun, saraf yang mati, dan inflamasi ringan yang terjadi bertahun-tahun.
"Pabrik Perbaikan" yang Mulai Mogok
Di dalam otot ada sel khusus bernama sel satelit. Tugasnya adalah memperbaiki otot yang rusak setelah kita beraktivitas. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan fungsi sel ini menurun. Akibatnya, kerusakan kecil pada otot tidak lagi bisa diperbaiki dengan cepat, sehingga otot perlahan mengecil.
Di dalam otot ada sel khusus bernama sel satelit. Tugasnya adalah memperbaiki otot yang rusak setelah kita beraktivitas. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan fungsi sel ini menurun. Akibatnya, kerusakan kecil pada otot tidak lagi bisa diperbaiki dengan cepat, sehingga otot perlahan mengecil.
Putusnya Komunikasi Saraf
Otot digerakkan oleh saraf yang disebut neuron motorik. Seiring waktu, beberapa saraf ini mati. Ibarat kabel listrik yang putus, serabut otot yang tidak lagi mendapat aliran listrik dari saraf akan "pensiun", lalu layu dan akhirnya hilang. Inilah alasan mengapa orang tua sering merasa kurang bertenaga dan keseimbangannya berkurang.
Otot digerakkan oleh saraf yang disebut neuron motorik. Seiring waktu, beberapa saraf ini mati. Ibarat kabel listrik yang putus, serabut otot yang tidak lagi mendapat aliran listrik dari saraf akan "pensiun", lalu layu dan akhirnya hilang. Inilah alasan mengapa orang tua sering merasa kurang bertenaga dan keseimbangannya berkurang.
Penurunan Hormon "Pembangun"
Tubuh kita butuh hormon seperti Testosteron dan Hormon Pertumbuhan (GH) untuk membangun protein otot. Saat kita menua, jumlah hormon ini merosot tajam. Tanpa instruksi dari hormon-hormon ini, tubuh lebih cepat membongkar otot daripada membangunnya kembali.
Tubuh kita butuh hormon seperti Testosteron dan Hormon Pertumbuhan (GH) untuk membangun protein otot. Saat kita menua, jumlah hormon ini merosot tajam. Tanpa instruksi dari hormon-hormon ini, tubuh lebih cepat membongkar otot daripada membangunnya kembali.
Peradangan Tersembunyi (Inflammaging)
Seiring bertambahnya usia, tubuh sering mengalami peradangan ringan yang terus-menerus (kronis). Peradangan ini menghasilkan zat kimia yang bersifat merusak sel-sel otot. Proses ini mempercepat pembongkaran protein otot di seluruh tubuh.
Seiring bertambahnya usia, tubuh sering mengalami peradangan ringan yang terus-menerus (kronis). Peradangan ini menghasilkan zat kimia yang bersifat merusak sel-sel otot. Proses ini mempercepat pembongkaran protein otot di seluruh tubuh.
Bagaimana Cara Melawannya?
Kabar baiknya, proses penyusutan otot bisa diperlambat dan sebagian dicegah. Latihan beban atau resistance training menjadi kunci, karena merangsang sel satelit bekerja dan menjaga saraf tetap aktif. Aktivitas fisik sehari-hari, seperti jalan kaki, naik tangga, atau berenang, membantu otot tetap terstimulasi.
Kabar baiknya, proses penyusutan otot bisa diperlambat dan sebagian dicegah. Latihan beban atau resistance training menjadi kunci, karena merangsang sel satelit bekerja dan menjaga saraf tetap aktif. Aktivitas fisik sehari-hari, seperti jalan kaki, naik tangga, atau berenang, membantu otot tetap terstimulasi.
Asupan protein yang cukup dari telur, ikan, daging, atau kacang-kacangan memberi bahan bakar agar otot dapat diperbaiki dan dibangun kembali. Tidur yang cukup dan manajemen stres juga mendukung hormon pertumbuhan bekerja optimal. Dalam beberapa kondisi, konsultasi dengan dokter mengenai hormon atau suplemen seperti kreatin dapat menjadi strategi tambahan untuk menjaga kekuatan dan mobilitas tubuh.
Investasi otot sekarang berarti kekuatan dan mobilitas lebih baik di masa tua. Semakin dini langkah diambil, semakin besar peluang otot tetap kuat, tubuh tetap lincah, dan risiko jatuh dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....