Utang Tidur Jadi Gaya Hidup Anak Muda

  • 07 Apr 2026 14:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Kurangnya waktu tidur di kalangan anak muda kini menjadi fenomena yang kian mengkhawatirkan. Kebiasaan begadang yang dianggap normal memicu munculnya “sleep debt” atau utang tidur, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental jika dibiarkan berlarut.

Dilansir dari AI, Fenomena ini terlihat dari pola tidur yang tidak teratur, di mana banyak anak muda hanya tidur beberapa jam dalam sehari. Kondisi tersebut kemudian “dibayar” dengan tidur lebih lama di akhir pekan, meski cara ini dinilai tidak sepenuhnya efektif memulihkan tubuh.

Istilah sleep debt sendiri merujuk pada akumulasi kekurangan tidur akibat durasi istirahat yang tidak mencukupi. Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

Beragam faktor menjadi penyebab utama, mulai dari tuntutan pekerjaan, aktivitas sosial, hingga kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan. Akses tanpa batas terhadap media digital membuat banyak orang menunda waktu tidur tanpa disadari.

Untuk mencegah sleep debt berkelanjutan, para ahli menyarankan penerapan pola tidur yang konsisten dengan menetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Selain itu, penggunaan gawai sebaiknya dibatasi setidaknya 30–60 menit sebelum tidur, serta menghindari konsumsi kafein pada malam hari. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, seperti pencahayaan redup dan suhu ruangan yang sejuk, juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat. Dengan langkah sederhana tersebut, risiko dampak buruk akibat utang tidur dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....