Mengenal Istilah BIOS di Perangkat Komputer
- 15 Agt 2026 13:19 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System yang merupakan program dasar pada komputer untuk mengatur proses input dan output data. Program ini juga bertanggung jawab untuk mengelola fungsi-fungsi dari perangkat keras yang terdapat pada komputer. Oleh karena itu, BIOS bisa dibilang sebagai program dasar yang terintegrasi dalam sistem komputer. Berbeda dengan perangkat lunak atau software yang pada umumnya diinstal pada memory harddisk, program ini disimpan pada chip khusus yang dinamakan memory flash. Chip ini biasanya disebut juga dengan sebutan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). Tanpa adanya BIOS, komputer tidak akan berfungsi dengan normal, bahkan mungkin sama sekali tidak bisa dihidupkan.
Dikutip dari Acer ada beberapa fungsi BIOS yaitu : BIOS berfungsi untuk memastikan tingkat kompatibilitas antara sistem operasi yang digunakan dengan spesifikasi perangkat komputer. Pengecekan ini penting dilakukan di awal sebelum melakukan instalasi sistem operasi pada komputer, BIOS juga berfungsi untuk mengatur konfigurasi dasar perangkat komputer. Hal ini dilakukan dengan memberikan informasi yang diperlukan untuk menjalankan sistem dengan lancar. Pengguna komputer dapat menyesuaikan proses ini sesuai dengan kebutuhan mereka, BIOS juga berfungsi untuk memberikan informasi dasar tentang berbagai proses yang terjadi di dalam komputer.
Contoh informasi yang disediakan oleh BIOS, antara lain yaitu alokasi memori yang akan digunakan untuk instalasi sistem operasi, serta detail lainnya yang berkaitan dengan interaksi perangkat keras komputer, Saat komputer dihidupkan, program pertama yang berjalan pada komputer adalah BIOS. BIOS selanjutnya akan mengecek kesiapan dari sistem operasi yang tersimpan dalam hard disk untuk selanjutnya dimuat dan dijalankan.
Adapun yang menjadi komponen BIOS diantaranya, BIOS Setup berguna untuk menampilkan dan mengubah pengaturan default dari pabrik. Dengan komponen ini, pengaturan BIOS dapat diubah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perubahan pada pengaturan BIOS berguna untuk menyesuaikan perangkat yang kompatibel dengan motherboard, Driver digunakan sebagai perantara antara komputer dan perangkat keras. Dengan adanya driver, processor, VGA, input device, serta perangkat lainnya yang masih terkait dengan DOS dapat berjalan tanpa ada masalah.
Bootstraper utama digunakan untuk menjalankan proses booting pada sistem operasi yang terdapat di komputer. Kelancaran komputer dalam melakukan proses booting merupakan salah satu peran dari bootstraper utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....