Kenali Ciri Website Aman sebelum Membagikan Data

  • 12 Agt 2026 21:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Penggunaan website semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, mulai dari mencari informasi, berbelanja, mengakses layanan publik hingga melakukan transaksi keuangan. Di tengah kemudahan tersebut, pengguna perlu lebih berhati-hati sebelum memasukkan atau membagikan data pribadi melalui sebuah website.

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa alamat website. Pengguna perlu memastikan nama domain sesuai dengan situs yang ingin diakses dan memperhatikan penggunaan HTTPS pada alamat situs. Namun, keberadaan HTTPS saja tidak dapat menjadi jaminan bahwa sebuah website sepenuhnya aman, sehingga informasi dan identitas situs tetap perlu diperiksa.

Pengguna juga perlu mewaspadai website yang meminta informasi sensitif secara berlebihan, seperti kata sandi, kode OTP, nomor kartu, atau data pribadi lainnya. Terlebih jika permintaan tersebut muncul melalui tautan yang diterima dari pesan singkat, email, atau media sosial yang tidak dikenal.

Dalam buku The Art of Deception: Controlling the Human Element of Security, pakar keamanan komputer Kevin Mitnick menjelaskan bahwa keamanan informasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kewaspadaan manusia. Pengguna dapat menjadi sasaran manipulasi ketika mudah percaya terhadap informasi atau permintaan yang tampak meyakinkan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengklik tautan atau memasukkan data hanya karena sebuah website menawarkan hadiah, promosi, atau meminta pengguna segera melakukan tindakan tertentu. Tekanan untuk bertindak cepat dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai.

Pengguna juga dapat memeriksa informasi mengenai website melalui sumber lain yang terpercaya. Untuk layanan resmi, alamat situs sebaiknya diperoleh langsung dari kanal resmi lembaga atau perusahaan, bukan hanya melalui tautan yang dikirimkan pihak lain.

Selain berhati-hati terhadap website, masyarakat perlu menjaga keamanan akun dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk layanan penting serta mengaktifkan autentikasi tambahan jika tersedia. Kode OTP juga tidak boleh diberikan kepada pihak lain.

Dengan semakin banyaknya aktivitas yang dilakukan secara daring, kemampuan mengenali ciri website yang aman menjadi bagian dari literasi digital. Kewaspadaan sederhana sebelum membagikan data dapat membantu masyarakat mengurangi risiko pencurian informasi dan berbagai bentuk penipuan di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....