Pengertian dan Fungsi dari Aspal

  • 06 Agt 2026 11:27 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal tampak padat pada suhu ruang padahal adalah cairan yang sangat kental.

Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks, dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh, dan tak jenuh, alifatik, dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hidrogen, dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen, dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil), dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.

Dikutip dari Wikipedia sejarahnya Aspal telah digunakan sejak masa peradaban mesopotamia oleh bangsa Sumeria dan Mesopotamia. Pemakaian aspal untuk dijadikan lapisan pengedap air pada bak mandi atau kolam-kolam air di istana dan kuil. Aspal yang digunakan adalah aspal alam berjenis aspal danau maupun aspal batu. Namun, aspal pada masa ini tidak digunakan untuk pembuatan jalan. Pemakaian aspal untuk membuat jalan baru dimulai sekitar tahun 625 SM di Babilonia pada masa kekuasaan Nabopolassar.

Adapun fungsi dari aspal yaitu Aspal menjadi bahan utama dalam perkerasan jalan lentur. Perkerasan jalan lentur merupakan jenis perkerasan jalan yang paling banyak dipakai di dunia. Fungsi aspal pada perkerasan jalan lentur sebagai pengikat agregat. Kualitas aspal menjadi penentu bagi keawetan suatu perkerasan jalan lentur. Berdasarkan beratnya, persentase aspal dalam perkerasan jalan lentur hanya berkisar antara 4-6%.

Sementara berdasarkan volume dari campuran antara agregat dan aspal, persentase aspal berkisar antara 8–12%. Tekstur aspal yang digunakan untuk perkerasan jalan lentur adalah padat atau semi-padat. Saat akan digunakan, aspal dicairkan dengan pemanasan pada suhu tertentu. Aspal cair kemudian dicampurkan ke agregat sehingga membungkus partikel-partikel agregat dan memasuki pori-pori lapisan pada campuran. Aspal menjadi keras ketika suhu menurun sehingga partikel-partikel agregat yang ditempatinya menjadi terikat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....