Pengaruh Dark Mode vs Light Mode di HP Terhadap Mood dan Fokus
- 26 Mei 2026 13:57 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Hampir setiap pemilik smartphone saat ini dihadapkan pada dua pilihan tampilan layar, yaitu Light Mode (mode terang) atau Dark Mode (mode gelap). Banyak orang memilih Dark Mode dengan alasan kenyamanan mata, estetika yang terkesan 'Gen Z', atau sekadar agar baterai perangkat lebih hemat. Dilansir dari berbagai studi klinis dan psikologi lingkungan, penggunaan satu mode layar secara terus-menerus sepanjang hari ternyata kurang ideal bagi ritme kerja otak dan tubuh manusia.
Siang Hari: Mengapa 'Light Mode' Bikin Lebih Fokus?
Rasa mengantuk atau jenuh di tengah jam kerja sering kali dipengaruhi oleh pengaturan layar ponsel. Mengaktifkan Dark Mode di siang hari dapat menjadi salah satu pemicunya.
Sebuah studi biopsikologi dari University of Passau, Jerman, menemukan bahwa mata dan otak manusia secara evolusioner didesain untuk membaca objek gelap di atas latar belakang yang terang, sama seperti konsep membaca buku fisik kertas putih dengan tinta hitam.
Ketika Light Mode digunakan di pagi dan siang hari, cahaya terang dari layar akan merangsang otak untuk memproduksi dopamin sekaligus menekan hormon melatonin (hormon tidur), sehingga tubuh merasa lebih terjaga dan produktif. Di saat yang sama, ketajaman visual juga menjadi lebih tinggi karena pupil mata mengecil secara alami saat menerima cahaya yang cukup. Hal ini membuat mata tidak cepat lelah karena teks pembacaan menjadi jauh lebih kontras dan tajam untuk diproses oleh otak.
Bahaya 'Dark Mode' di Siang Hari: Memicu Lelah Mental
Sebaliknya, riset yang dirilis oleh Human Factors and Ergonomics Society mengungkapkan fakta menarik tentang penggunaan Dark Mode di siang hari.
Ketika seseorang membaca teks putih di atas latar belakang hitam dalam kondisi ruangan yang terang, pupil mata terpaksa harus melebar lebih besar untuk menangkap kontras visual. Proses yang terjadi selama berjam-jam ini akan membuat otot mata bekerja dua kali lebih keras.
Efek domino dari ketegangan mata ini (digital eye strain) adalah penurunan fokus visual secara bertahap, yang di akhir hari bermanifestasi sebagai lelah mental (mental fatigue). Gejalanya sering kali berupa rasa jenuh yang tiba-tiba, pusing ringan, atau perasaan lelah emosional tanpa alasan yang jelas.
Malam Hari: Waktunya 'Dark Mode' Menyelamatkan Tidur
Meski kurang disarankan untuk siang hari, Dark Mode merupakan pilihan visual yang tepat di malam hari. Panduan kesehatan mata dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa Dark Mode sangat efektif meminimalkan paparan blue light saat kondisi ruangan redup atau gelap.
Paparan cahaya biru yang terlalu kontras di malam hari dapat mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis) tubuh, membuat otak mengira hari masih siang, dan menghambat produksi hormon tidur. Dengan mengaktifkan Dark Mode setelah matahari terbenam, mata dapat beristirahat sekaligus mempersiapkan tubuh untuk tidur yang lebih berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....