File APK Berbahaya Beredar, Rekening Warga Dibobol

  • 09 Feb 2026 19:58 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Masyarakat di Kepulauan Nias diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran pesan WhatsApp berisi file aplikasi berbahaya. Pesan tersebut berisi file berformat APK dengan nama “Video Anda Viral”.

File itu sengaja dibuat menyerupai video untuk memancing rasa penasaran penerima pesan. Saat diklik, file tersebut bukan video, melainkan aplikasi berbahaya atau malware. Aplikasi tersebut dapat mengambil alih akun WhatsApp korban tanpa disadari.

Malware juga berpotensi mengakses data perbankan dan aplikasi keuangan korban. Salah satu korban, Ilmi Gea, mengaku mengalami kerugian finansial setelah mengunduh aplikasi tersebut.

Ia mengatakan menerima pesan WhatsApp berisi file “Video Anda Viral” dari nomor yang dikenalnya. Karena mengira file tersebut berupa video, korban kemudian mengunduh dan menginstalnya.

“Setelah itu WhatsApp saya tidak bisa dikendalikan, dan saldo rekening tiba-tiba berkurang,” kata Ilmi Gea.

Korban mengaku kehilangan dana sebesar 4 juta rupiah dari rekening pribadinya.

Ilmi menyampaikan keluhan karena seluruh proses terjadi sangat cepat tanpa disadari. Kasus ini diduga merupakan kejahatan siber dengan metode social engineering. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban untuk mengelabui dan mengambil alih perangkat.

Masyarakat yang terlanjur mengunduh aplikasi serupa diimbau segera mengambil langkah pengamanan.

Langkah pertama yang disarankan adalah memindahkan sisa dana dari rekening terjangkit ke rekening lain.

Pengguna juga diminta segera menghubungi pihak bank untuk memblokir sementara rekening dan kartu digital. Selain itu, korban disarankan mengganti seluruh kata sandi akun perbankan dan email.

Aplikasi mencurigakan perlu segera dihapus dan ponsel dipindai menggunakan antivirus terpercaya. Pengguna WhatsApp dianjurkan mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk mencegah pengambilalihan akun.

Masyarakat juga diimbau tidak mengunduh file APK dari pesan pribadi atau grup. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan literasi digital di tengah maraknya kejahatan siber.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....