Pemko Gunungsitoli Perkuat Sinergi, Percepat Penanggulangan Kemiskinan

  • 16 Sep 2026 08:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bapperida Kota Gunungsitoli, Selasa 15 September 2026.

Rapat dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika P. Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Gunungsitoli, para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Gunungsitoli, kepala puskesmas se-Kota Gunungsitoli, serta seluruh anggota Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Gunungsitoli Tahun 2026.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah, menyelaraskan program, serta memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan agar intervensi pemerintah semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan juga merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Sinergitas dan Kewajiban Pelaporan Progres Per Semester oleh Kepala Daerah.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Andhika P. Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan agenda strategis yang tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kerja bersama, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh pihak untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

" Data ini menjadi fondasi utama dalam setiap intervensi penanggulangan kemiskinan. Data yang akurat, terpadu, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan diperlukan agar kebijakan dan program pemerintah dapat diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan " ujarnya.

Berdasarkan data Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kota Gunungsitoli tercatat sebesar 13,85 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di wilayah Kepulauan Nias, namun masih berada di atas tingkat kemiskinan Sumatera Utara yang sebagian besar berada di bawah 10 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan masih membutuhkan perhatian, konsistensi, dan intervensi yang lebih terarah dalam rangka mencapai target sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD Kota Gunungsitoli Tahun 2025–2029.

Sekretaris Daerah juga menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak boleh hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Bantuan sosial tetap diperlukan sebagai jaring pengaman, namun harus berjalan beriringan dengan program pemberdayaan yang mampu mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.

Pemberdayaan tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai sektor, antara lain peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.

Untuk itu, sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, puskesmas, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat. Setiap program diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung sehingga intervensi yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi untuk mengidentifikasi kondisi, tantangan, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan langkah strategis dan menyelaraskan program antarsektor agar pelaksanaannya semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

TKPK Kota Gunungsitoli diharapkan dapat terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program, sekaligus memastikan setiap kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.

Melalui penguatan koordinasi, pemanfaatan data yang terintegrasi, dan intervensi yang tepat sasaran, Pemerintah Kota Gunungsitoli berkomitmen mendorong penanggulangan kemiskinan yang terpadu, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju terwujudnya Gunungsitoli Hebat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....