Wali Kota Tanam Cabai Perdana, Pemko Perkuat Kedaulatan Pangan
- 10 Sep 2026 07:35 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui pendampingan kelompok tani secara berkelanjutan. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana cabai merah keriting dan cabai rawit di Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si. Rabu, 09 September 2026
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong masyarakat agar semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi lahan yang tersedia.
Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengapresiasi peran para penyuluh pertanian yang secara aktif mendampingi kelompok tani dari proses budidaya hingga pengembangan pola tanam. Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat produksi pangan lokal.
“Pendampingan ini merupakan langkah strategis. Kita ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar Sowa’a.
Penanaman perdana tersebut dilaksanakan dengan sistem tumpang sari bersama padi gogo rancah varietas Situ Bagendit. Pola ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kota Gunungsitoli, Oktameyer P. Samosir, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan penanaman perdana cabai yang dilakukan oleh Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I. Kelompok tersebut kini telah memasuki periode tanam ketiga, setelah sebelumnya berhasil membudidayakan tanaman jagung.
Keberlanjutan kegiatan pertanian ini menjadi tanda positif meningkatnya kapasitas dan kemandirian kelompok tani dalam mengelola lahan secara produktif.
Dukungan pemerintah pun mendapat respons positif dari masyarakat. Anggota kelompok tani, Murni Hura, mengaku bersyukur atas perhatian dan pendampingan yang diberikan.
“Kami sangat senang dengan perhatian dari pemerintah. Sekarang kami merasa lebih terbantu karena sebagian kebutuhan pangan sudah bisa kami penuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan warga, Tiati Larosa. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
“Masyarakat sangat terbantu. Dengan adanya kegiatan ini, kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari hasil sendiri, sehingga tidak selalu bergantung pada pasar,” ujarnya.
Melalui penguatan pendampingan dan pengembangan komoditas pertanian, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap model pertanian produktif seperti ini dapat diperluas ke kelompok tani lainnya di berbagai wilayah.
Dari lahan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang terus didorong Pemko Gunungsitoli untuk membangun kemandirian pangan berbasis potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan ketahanan pangan daerah yang kuat serta berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....