Lestarikan Sinasa, Pemko Dorong Generasi Perajin Baru

  • 07 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Upaya melestarikan warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal terus mendapat perhatian Pemerintah Kota Gunungsitoli. Salah satunya melalui penguatan kerajinan tradisional anyaman sinasa, yang menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Nias.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli, Dafril Hulu, S.E., ke Desa Tradisional Tumòri, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Sabtu 5 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan anyaman sinasa yang selama ini diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Mulai dari proses pengolahan bahan hingga menghasilkan karya anyaman yang memiliki nilai seni, budaya, dan ekonomi.

Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli menyampaikan bahwa anyaman sinasa tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Tingginya minat masyarakat terhadap produk kerajinan tradisional ini menjadi peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan para perajin dan masyarakat.

Namun demikian, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih terbatasnya jumlah tenaga perajin, sehingga kapasitas produksi belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Ketua Dekranasda Kota Gunungsitoli. Menurutnya, regenerasi perajin menjadi langkah penting yang harus segera diperkuat agar keahlian menganyam tidak berhenti pada generasi saat ini. Keahlian yang diwariskan secara turun-temurun perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda, tidak hanya sebagai upaya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan lapangan usaha dan sumber penghasilan yang produktif.

“Minat terhadap anyaman sinasa cukup besar. Ini merupakan peluang yang harus kita manfaatkan. Kita perlu mendorong agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik untuk belajar dan menjadi perajin, sehingga kerajinan ini tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu berkembang dan memenuhi permintaan pasar,” ujar Ny. Veny Sowa’a Laoli.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Kerajinan tradisional tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga perlu dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan zaman dan memiliki nilai tambah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui peran Dekranasda dan dukungan perangkat daerah terkait, diharapkan semakin terbuka ruang pembinaan, pelatihan, serta pendampingan bagi para perajin maupun generasi muda yang memiliki minat untuk mengembangkan keterampilan menganyam. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar produk kerajinan lokal dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas, kuantitas, inovasi desain, maupun pemasaran.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Gunungsitoli dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis pada potensi lokal dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku utama yang mampu mengembangkan potensi daerahnya secara mandiri dan berkelanjutan.

" Dengan menjaga tradisi, memperkuat regenerasi perajin, serta membuka akses terhadap peluang ekonomi kreatif, anyaman sinasa diharapkan tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga tumbuh menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat " ucapnya.

Ditambahkannya, dari tangan-tangan terampil masyarakat, warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang. Anyaman sinasa pun diharapkan menjadi bukti bahwa kearifan lokal tidak hanya mampu menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat menuju Gunungsitoli Hebat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....