Wisuda Sekolah Lansia, Semangat Belajar Tak Mengenal Usia

  • 21 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga diwujudkan melalui komitmen membangun masyarakat yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Semangat tersebut tercermin dalam Wisuda Sekolah Lansia Baluse Desa Sihareö Siwahili, Kecamatan Gunungsitoli Barat, yang digelar dalam rangkaian Puncak HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli, Senin 17 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P5A) Kota Gunungsitoli Wilser Juliadi Napitupulu, S.Si., Apt., M.Ph.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., mengatakan Wisuda ini menjadi momentum istimewa karena memperlihatkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia. Para lansia tetap memiliki kesempatan untuk menambah pengetahuan, memperluas pergaulan, meningkatkan kepercayaan diri, serta berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

" Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) merupakan program pendidikan nonformal sepanjang hayat yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia sehingga mampu menjadi lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART) " Ujarnya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam membangun lingkungan yang ramah lansia. Melalui Sekolah Lansia, para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran, tetapi juga mendapatkan ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan terus mengembangkan potensi diri.

Dalam sambutannya, Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan bahwa meningkatnya usia harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Namun, capaian tersebut juga harus diiringi dengan kebijakan dan program yang memastikan masyarakat lanjut usia dapat menikmati kehidupan yang sehat, aktif, mandiri, dan bahagia.

“Lansia bukan kelompok yang harus dipandang sebelah mata. Lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan, usia harapan hidup di Kota Gunungsitoli mencapai 74,23 tahun pada 2025. Kondisi tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk terus memperkuat program yang mendukung kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Komitmen tersebut terlihat dari semakin meningkatnya jumlah peserta Sekolah Lansia. Pada tahun 2025, sebanyak 120 lansia telah menyelesaikan pendidikan dan diwisuda pada jenjang S-1. Sementara pada tahun 2026, jumlahnya meningkat signifikan menjadi 632 lansia jenjang S-1 dan 20 lansia jenjang S-2, atau sebanyak 652 lansia yang mengikuti wisuda.

Peningkatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat lanjut usia untuk terus belajar dan membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkembang.

Suasana wisuda semakin istimewa dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Sekolah Lansia. Salah satunya diberikan kepada Ibu Atina Telaumbanua, wisudawan tertua yang telah berusia 85 tahun.

Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Desa Sihareö Siwahili, penyuluh agama, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Sekolah Lansia.

Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Lansia dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para lansia juga diajak untuk terus menjaga kesehatan, membangun rasa percaya diri, tetap aktif berkegiatan, mempererat hubungan sosial, serta menjalani masa lanjut usia dengan penuh kebahagiaan dan bermartabat.

Di sisi lain, Wali Kota mengajak para camat, kepala desa, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperluas pembentukan Sekolah Lansia di berbagai wilayah Kota Gunungsitoli. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka semakin banyak ruang bagi masyarakat lanjut usia untuk belajar, berkarya, bersosialisasi, dan tetap berdaya di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....