Merah Putih Diturunkan, Semangat Kemerdekaan Tetap Berkobar
- 21 Agt 2026 15:15 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Senja di Lapangan Merdeka Kota Gunungsitoli menjadi saksi penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam suasana penuh khidmat dan penghormatan, Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Senin 17 Agustus 2026.
Upacara diikuti Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, jajaran TNI/Polri, TP-PKK, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, pelajar, serta para tamu undangan.
Sang Merah Putih yang sejak pagi berkibar gagah akhirnya diturunkan dengan penuh penghormatan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Gunungsitoli Tahun 2026. Putra-putri terbaik dari sejumlah SMA/SMK di Kota Gunungsitoli tersebut menjalankan tugas dengan penuh disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab.
Dalam prosesi penurunan bendera, IPDA Ifanel Yancemar Harefa, S.H. dipercaya sebagai Komandan Pasukan Pengawal Paskibraka. Sementara itu, petugas penurunan bendera terdiri atas Glori Rahmani Zebua dari SMA Negeri 1 Gunungsitoli sebagai Pembawa Baki; Alfred Epifanius Telaumbanua dari SMA Negeri 3 Gunungsitoli sebagai Pembawa Bendera; Jhonatan Paskah Lius Zebua dari SMA Negeri 3 Gunungsitoli sebagai Pembentang Bendera; serta Blasio Iberd Telaumbanua dari SMA Swasta Santo Xaverius Gunungsitoli sebagai Pengerek Bendera.
Prosesi berlangsung lancar dan penuh penghayatan. Setiap langkah para Paskibraka menjadi gambaran kedisiplinan dan tanggung jawab generasi muda dalam menjalankan amanah pada momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Penurunan Sang Merah Putih bukan sekadar tanda berakhirnya rangkaian upacara pada hari kemerdekaan. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus refleksi bahwa semangat kemerdekaan harus terus menyala, meskipun upacara telah selesai.
Bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, nasionalisme, dan semangat pengabdian. Kemerdekaan harus diisi melalui kerja nyata, pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama.
Semangat yang ditunjukkan para Paskibraka juga menjadi pesan penting bagi generasi muda: bahwa masa depan bangsa berada di tangan mereka. Dengan disiplin, prestasi, karakter, dan kecintaan terhadap tanah air, generasi muda dapat mengambil peran dalam membawa Kota Gunungsitoli dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan turunnya Sang Merah Putih di ufuk senja, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Gunungsitoli resmi ditutup. Namun, semangat perjuangan, persatuan, dan pengabdian tidak boleh ikut berhenti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....