Hening di Makam Pahlawan, Kenang Perjuangan dan Pengorbanan
- 21 Agt 2026 15:11 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli — Dalam suasana malam yang sunyi dan penuh khidmat, Pemerintah Kota Gunungsitoli menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Makam Pahlawan Kota Gunungsitoli, Minggu 16 Agustus 026, dini hari.
Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Gunungsitoli hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Apel dipimpin oleh AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P. selaku Inspektur Upacara. Dalam keheningan malam, seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian apel dengan penuh penghormatan. Cahaya lilin dan suasana hening di kawasan makam pahlawan menjadi simbol refleksi atas perjuangan panjang yang telah dilalui bangsa Indonesia.
AKRS menjadi momentum untuk kembali mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Kemerdekaan lahir dari keberanian, pengorbanan, persatuan, dan keteguhan para pejuang yang rela mempertaruhkan segala yang dimiliki demi masa depan bangsa.
Bagi generasi saat ini, penghormatan terhadap pahlawan tidak cukup hanya dilakukan melalui upacara dan seremoni. Warisan perjuangan harus diteruskan dalam bentuk kerja nyata, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Pemerintah Kota Gunungsitoli memaknai momentum renungan suci sebagai pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus bekerja dengan semangat pengabdian. Nilai perjuangan para pahlawan menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Turut hadir Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Dandim 0213/Nias, Ketua Pengadilan, perwakilan Danlanal, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, para Kepala Perangkat Daerah, jajaran perwira TNI/Polri, serta anggota Gerakan Pramuka.
Di bawah langit malam Gunungsitoli, renungan suci menjadi sebuah pesan lintas generasi: kemerdekaan harus dihargai, persatuan harus dijaga, dan perjuangan harus dilanjutkan.
Kini, tugas generasi penerus bukan lagi mengangkat senjata di medan perang, melainkan mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, prestasi, dan pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....