Cegah Penyebaran TB, Dinkes Gunungsitoli Luncurkan Program Terintegrasi di Lapas
- 04 Agt 2026 08:26 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memperkuat komitmennya dalam memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TB). Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Tracing Tuberkulosis (TB) Berintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunungsitoli. Senin 3 Agustus 2026
Program ini secara resmi diluncurkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Everoni Mendrofa, S.K.M., M.Kes., serta dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, A.Md.IP., S.H., bersama jajaran pejabat struktural, tenaga kesehatan, dan petugas Lapas.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus memperkuat upaya deteksi dini terhadap penyakit menular, khususnya Tuberkulosis. Lingkungan pemasyarakatan menjadi salah satu fokus utama karena memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyebaran penyakit akibat tingginya interaksi antarwarga binaan.
"Skrining proaktif dan pelacakan kontak (tracing) yang dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah strategis untuk menemukan kasus sedini mungkin. Dengan deteksi yang cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga rantai penularan Tuberkulosis dapat diputus, sekaligus memastikan setiap warga binaan memperoleh hak atas pelayanan kesehatan yang optimal," ujar Everoni Mendrofa.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Lapas dan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan mendukung keberhasilan program pembinaan bagi warga binaan.
"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. Kesehatan warga binaan merupakan prioritas yang harus dijaga. Dengan kondisi kesehatan yang baik, mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan secara maksimal dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat," ungkapnya.
Program Tracing TB Berintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis mencakup berbagai layanan kesehatan, mulai dari skrining gejala Tuberkulosis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang bagi peserta yang memenuhi indikasi medis, hingga edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Warga binaan yang terindikasi menderita TB akan mendapatkan tindak lanjut sesuai standar pelayanan kesehatan, meliputi pemeriksaan lanjutan, pengobatan, serta pemantauan secara berkala oleh tenaga kesehatan.
Pelaksanaan program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemasyarakatan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Selain melindungi kesehatan warga binaan, langkah ini juga berperan penting dalam mencegah penyebaran TB ke masyarakat luas.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap upaya deteksi dini, pencegahan, dan penanganan Tuberkulosis semakin efektif sehingga mampu mendukung percepatan pencapaian target nasional eliminasi Tuberkulosis, sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....