Jelang Armuzna, CJH Gunungsitoli Wajib Perhatikan Ketahanan Fisik

  • 29 Mei 2025 10:52 WIB
  •  Gunung Sitoli

KBRN, Gunungsitoli: Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) semakin dekat. Persiapan terus dilakukan terkait pembinaan dan diskusi persiapan Armuzna sebagai rangkaian puncak ibadah haji. Hal itu disampaikan Tim Pemandu Haji Indonesia TPHI asal kota Gunungsitoli Ustadz Khairul Arif Giawa Lc. MA.

“Sekarang kan jemaah haji tanah air sedang berada di Mekah, tentu terkait dengan pelaksanaan haji, jemaah haji kita sekarang sebagian sudah banyak berada di Mekah untuk persiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina), biasanya pada tanggal 8 Dzulhijjah, para calon jemaah haji itu sudah berangkat menuju Arafah sehingga tentunya, calon jemaah haji asal Indonesia ini sekarang sedang persiapan menuju Armuzna tersebut. Jadi nanti ketika pada tanggal 10 Dzulhijjah sudah masuk terkait dengan puncak ibadah haji di Arab Saudi,” ujarnya, Kamis (29/5/2025).

Adapun persiapan yang paling penting dilakukan, kata Ustadz Khairul, adalah ketahanan fisik untuk berkegiatan selama beberapa hari pada saat puncak ibadah haji. Terlebih dengan cuaca panas ekstrim di Arab Saudi saat ini.

“Tentu nanti pada tanggal 8 Dzulhijjah semua sudah bergabung di Arafah. Dan yang peling mendapat perhatian adalah kondisi calon jemaah haji kita saat ini sudah dibatasi untuk melaksanakan shalat sunnah atau thawaf sunnah di Masjidil Haram karena persiapan untuk Armuzana itu kan butuh fisik yang kuat apalagi nanti melontar jumrah itu kan sangat luar biasa memakan waktu dan tenaga. Selain itu karena bisa saja nanti perjalanan calon jemaah haji dari Mina itu sampai 7 kilometer untuk bisa sampai ke tempat lontar jumrah. Kadang ini terkait juga dengan dimana pemondokan para jemaah haji asal Indonesia khususnya Sumatera Utara. Kalau nanti ternyata jauh, biasanya itu mencapai 7 kilometer ditempuh dengan berjalan kaki dengan total 14 kilometer pulang-pergi. Dan biasanya memang sangat melelahkan itu ketika pas lempar jumrah itu,” ucapnya.

Pada Idul Adha kali ini, disebut Haji Akbar namanya karena tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah atau puncak Haji, terjadi pada hari Jumat. sehingga nantinya para calon jemaah haji akan mengikuti dua kali khutbah.

“Setelah selesai tanggal 10 Dzulhijjah, para calon jemaah haji akan bertolak dari Arafah, menuju Mina baru ke Muzdalifah namun menginap sebelumnya di Mina barulah bergerak menuju Muzdalifah untuk persiapan lontar jumrah pada esok harinya. Rangkaiannya itu selama 3 hari sampai tanggal 13 Dzulhijjah dan setelah itu kembali ke Mekah untuk melaksanakan thawaf kembali dan setelah itu maka berakhirlah seluruh rangkaian ibadah haji sambil menunggu informasi kembali ke tanah air,” ujarnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....