Jangan Mudah Percaya Pesan Berisi Hadiah atau Promo
- 21 Agt 2026 15:27 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Pesan singkat yang menawarkan hadiah, promo, atau keuntungan tertentu perlu disikapi dengan hati-hati. Di balik tawaran yang terlihat menarik, pesan tersebut dapat menjadi bagian dari modus penipuan untuk memperoleh data pribadi, uang, atau akses ke akun pengguna.
Modus yang digunakan biasanya memanfaatkan rasa penasaran dan keinginan penerima untuk mendapatkan keuntungan. Pesan dapat menginformasikan bahwa penerima memenangkan hadiah, memperoleh voucher, mendapatkan bantuan, atau memiliki kesempatan mengikuti promo tertentu. Korban kemudian diarahkan untuk mengklik tautan, menghubungi nomor tertentu, atau memberikan sejumlah informasi.
Dalam buku The Art of Deception: Controlling the Human Element of Security, pakar keamanan komputer Kevin Mitnick menjelaskan bahwa manipulasi psikologis dapat digunakan untuk membuat seseorang memberikan informasi atau melakukan tindakan yang sebenarnya tidak akan dilakukan dalam kondisi normal. Karena itu, kewaspadaan pengguna menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan informasi.
Masyarakat sebaiknya tidak langsung percaya terhadap pesan yang menawarkan hadiah atau promo, terutama jika penerima tidak pernah mengikuti program tersebut. Periksa terlebih dahulu nama pengirim, informasi perusahaan atau lembaga yang disebutkan, serta sumber resmi yang berkaitan dengan tawaran tersebut.
Tautan yang disertakan dalam pesan juga perlu diperhatikan. Pengguna sebaiknya tidak memasukkan kata sandi, kode OTP, nomor rekening, data kartu, maupun informasi pribadi lainnya pada halaman yang berasal dari tautan mencurigakan.
Jika sebuah promo benar-benar berasal dari perusahaan atau layanan resmi, informasi biasanya dapat diperiksa melalui website atau aplikasi resminya. Pengguna juga tidak perlu membayar sejumlah uang hanya untuk mendapatkan hadiah yang belum pernah diikuti atau dijanjikan sebelumnya.
Masyarakat dapat menghapus, memblokir, dan melaporkan pesan yang terindikasi sebagai spam atau penipuan. Langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi penyebaran pesan serupa kepada pengguna lainnya.
Kewaspadaan menjadi semakin penting karena penipuan digital dapat dikemas dengan bahasa yang meyakinkan dan tampilan yang menyerupai komunikasi resmi. Tidak terburu-buru mengambil keputusan merupakan salah satu cara sederhana untuk menghindari kerugian.
Dengan membiasakan diri memeriksa kebenaran setiap tawaran sebelum merespons, masyarakat dapat lebih aman dalam menggunakan layanan digital. Hadiah dan promo yang terlihat menggiurkan tidak seharusnya membuat pengguna mengabaikan keamanan data pribadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....