Kasat Reskrim Polres Nias Selatan Klarifikasi Video Viral Kasus Pengeroyokan

  • 31 Mar 2026 20:54 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Nias Selatan – Kasat Reskrim Polres Nias Selatan, AKP Ahmad Fahmi, S.H., memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan seorang pelapor yang memberikan asumsi secara pribadi terkait kasus yang di terima Polres Nias Selatan pada tanggal 25 Oktober 2025.

Dikatakannya, video tersebut sempat menimbulkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Teluk Dalam Nias Selatan, Selasa 31 Maret 2026.

Kasus tersebut sudah naik sidik dan dalam proses yang sampai saat ini berkas tersebut sudah dikirimkan ke Kejaksaan pada tanggal 13 Februari 2026.

“Kami dari Sat Reskrim Polres Nias Selatan bertindak secara profesional, akuntabel dan transparan dimana kasus ini sudah kami informasikan kepada pihak korban melalui SP2HP dan para pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar AKP Ahmad.

Menurutnya, penyidik sudah memberikan penjelasan secara humanis, namun pihak korban tetap saja tidak sabar dengan proses hukum yang sedang berjalan.

“Polri adalah sahabat masyarakat. Sat Reskrim Polres Nias Selatan menegaskan seluruh layanan penanganan kasus mulai dari laporan hingga penyelidikan dan penyidikan sama sekali tidak dipungut biaya. Polres Nias Selatan berkomitmen penuh pada pelayanan prima, profesional dan anti-pungli,” ujarnya.

Terkait dengan perkara LP/B/23/X/SPKT/Polsek Gomo/Polres Nias Selatan/Polda Sumatra Utara/ Tanggal 25 Oktober 2025, dengan kasus tindak pidana pengeroyokan, sudah ditindak lanjuti oleh Sat Reskrim Polres Nias Selatan dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban, Saksi-saksi dan para tersangka.

"Satreskrim Polres Nias Selatan juga sudah menerima visum pada 19 November 2025 dan untuk perkembangan kasus ini sudah naik sidik pada 17 November 2025 sementara perkembangan kasus juga sudah diinformasikan melalui SP2HP kepada pihak korban yang pertama pada 30 Oktober 2025, untuk kedua sudah diinformasikan pada 17 November 2025," ucapnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....