Rahasia Melatih Otak agar Suka Membaca Buku

  • 28 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Minat baca di Indonesia kerap kali menjadi sorotan lantaran posisinya yang masih tertinggal dibandingkan kebiasaan masyarakat dalam menggulir linimasa media sosial. Padahal, buku tetap memegang peranan krusial sebagai medium pembelajaran yang paling efektif untuk melatih ketajaman berpikir, karena memaksa otak secara aktif menginterpretasikan informasi dan membangun koneksi secara mendalam.

Meski demikian, memulai kebiasaan membaca bagi sebagian orang terasa seperti beban yang berat. Untuk menjembatani hal tersebut, terdapat sejumlah trik praktis yang bisa dicoba agar aktivitas membaca terasa lebih ringan dan menyenangkan:

  • Mulai Tanpa Beban: Bagi pemula, tidak perlu merasa risih jika harus memulai dari hal-hal kecil atau bahkan sekadar gaya-gayaan (performative reader). Yang terpenting, frekuensi berinteraksi dengan buku mulai terbentuk.

  • Ubah Pemicu Kebiasaan: Cobalah mengganti kebiasaan membuka ponsel saat jam istirahat atau waktu luang dengan memegang dan membaca buku.

  • Gunakan Strategi Fleksibel: Jika merasa kesulitan membaca secara berurutan dari halaman pertama, mulailah melirik daftar isi atau langsung menuju bab yang paling memicu rasa penasaran. Buku juga bisa diperlakukan layaknya konten digital; jika satu bacaan terasa terlalu berat, sah-sah saja untuk menundanya lebih dulu agar minat tidak langsung mati.

  • Aktif Mencatat dan Berdiskusi: Selalu sediakan alat tulis untuk mencatat dengan gaya bahasa sendiri guna memicu rasa puas (dopamine hit). Selain itu, memperluas wawasan bisa dilakukan dengan berdiskusi bersama orang lain serta melatih diri membaca secara kritis.

  • Jaga Momentum: Jangan menunda pembelian buku ketika ketertarikan sudah muncul agar semangat membaca tidak keburu padam. Menumpuk buku yang belum dibaca juga bisa menjadi pengingat visual yang efektif.

Pada akhirnya, membaca bukan sekadar kewajiban akademis, melainkan investasi akal budi. Bahkan, membagikan momen membaca di media sosial pun dinilai positif untuk turut menularkan semangat literasi kepada orang di sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....