Compound Movement Disebut Efektif Melatih Banyak Otot Sekaligus

  • 29 Mei 2026 13:17 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Dalam latihan kekuatan, tidak semua gerakan hanya melibatkan satu bagian tubuh. Beberapa jenis latihan justru dirancang untuk mengaktifkan banyak kelompok otot sekaligus dalam satu gerakan. Metode ini dikenal dengan istilah compound movement.

Compound movement merupakan latihan yang melibatkan lebih dari satu sendi dan beberapa kelompok otot secara bersamaan. Gerakan seperti squat, deadlift, bench press, pull-up, hingga lunges termasuk dalam kategori latihan ini karena membutuhkan koordinasi tubuh yang lebih kompleks dibanding latihan biasa.

Berbeda dengan isolation exercise yang hanya menargetkan satu otot tertentu, compound movement dinilai lebih efisien karena mampu melatih beberapa area tubuh dalam satu waktu. Latihan ini juga sering digunakan untuk membangun kekuatan dasar, meningkatkan stabilitas tubuh, serta membantu pembakaran energi lebih besar saat berolahraga.

Karena melibatkan banyak otot, compound movement umumnya dianjurkan dilakukan di awal sesi latihan. Pada tahap tersebut, kondisi tenaga, fokus, dan kestabilan tubuh masih optimal sehingga gerakan dapat dilakukan dengan teknik yang lebih baik.

Menurut American Council on Exercise (ACE), latihan compound membantu meningkatkan koordinasi antar otot dan mendukung performa gerak tubuh secara keseluruhan. Jenis latihan ini juga dinilai efektif untuk membangun kekuatan fungsional yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengangkat barang, berdiri, hingga menjaga keseimbangan tubuh.

Selain membantu membangun massa otot, latihan compound juga disebut mampu meningkatkan efisiensi waktu latihan karena beberapa kelompok otot dilatih secara bersamaan dalam satu gerakan. Hal tersebut membuat latihan terasa lebih padat dan intens dibanding latihan yang hanya berfokus pada satu otot tertentu.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Strength and Conditioning Research juga menunjukkan latihan multi-sendi atau compound exercise dapat menghasilkan aktivasi otot dan respons hormonal yang lebih besar dibanding latihan satu sendi dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, teknik gerakan tetap menjadi hal penting dalam melakukan compound movement. Sebab, latihan yang melibatkan banyak otot dan beban sekaligus memiliki risiko cedera lebih tinggi jika dilakukan tanpa kontrol dan postur yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....