Cara Membedakan Ikan Cupang Sehat dan Sakit

  • 30 Mar 2026 13:39 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID.Gunungsitoli - Ikan cupang bahagia ditandai dengan perilaku aktif, nafsu makan tinggi dan warna tubuh cerah menawan. Tanda utamanya adalah membuat sarang gelembung, berenang lincah di seluruh area akuarium dan responsif terhadap pemiliknya. Tubuh yang sehat, sirip mengembang sempurna dan tidak lesu juga menunjukkan cupang yang nyaman. Jika cupang menunjukkan tanda sehat seperti itu, artinya lingkungan akuarium sudah tepat dan ikan merasa nyaman.

Ikan cupang boleh ditaruh di ruangan ber-AC, namun memerlukan perhatian ekstra karena suhu dingin dapat membuat mereka stres, kuncup atau sakit, karena air yang terlalu dingin menyebabkan ikan kurang aktif dan rentan penyakit. Jika ikan menjadi lamban atau siripnya kuncup, segera pindahkan ke tempat yang lebih hangat. Gunakan heater (pemanas) akuarium untuk menstabilkan suhu, tambahkan garam ikan dan hindari paparan langsung embusan angin AC agar ikan tetap sehat. Ikan cupang adalah ikan tropis yang menyukai suhu hangat, jadi ruangan ber-AC yang terlalu dingin tanpa pemanas dapat berakibat fatal dalam jangka panjang.

Ikan cupang jantan memiliki ciri fisik sirip dan ekor yang panjang/lebar, tubuh ramping memanjang, warna cerah cerah dan janggut (membran insang) yang besar. Perilakunya sangat agresif, suka flaring (ngedok) dan aktif membuat sarang gelembung di permukaan air untuk memijah. Ikan cupang jantan biasanya membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 24 jam untuk membangun sarang gelembung yang utuh dan siap memijah. Proses pembuatan ini aktif dilakukan setelah perjodohan, sering kali dalam 1-2 jam pertama. Gelembung dibuat sebagai sarang untuk meletakkan telur, yang menandakan ikan dalam kondisi sehat dan matang. Perlu diingat, tidak semua ikan cupang jantan membuat sarang secara rutin, dan tidak adanya sarang tidak selalu berarti ikan tersebut sakit atau stres, sebagaimana dikutip laman orami.

Ikan cupang betina memiliki tubuh yang lebih pendek, gemuk dan oval dibanding jantan. Ciri utamanya adalah adanya titik putih (ovipositor) di bawah perut, sirip lebih pendek, warna cenderung kusam/gelap, serta kurang agresif. Saat matang, perutnya membesar (gemoy) dan sering muncul garis vertikal di tubuhnya.

Ikan cupang tidak sehat ditandai dengan warna memudar, sirip kuncup/robek atau berlubang (fin rot), nafsu makan menurun, gerakan lesu (diam di dasar/permukaan), serta muncul bintik putih atau jamur. Ikan juga cenderung pasif, terus-menerus di permukaan untuk bernapas. Ikan juga mungkin menunjukkan tanda fisik seperti bintik putih, tubuh kurus atau mata menonjol (popeye), muncul garis horizontal, lebih banyak berdiam diri di dasar/pojok akuarium, bersembunyi, berenang panik naik-turun, atau megap-megap di permukaan. Penanganan cepat diperlukan melalui karantina dan perbaikan kualitas air. Segera periksa kondisi air dan lingkungan akuarium jika ditemukan demikian agar ikan tidak sakit parah atau mati seperti dikutip laman molly jaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....